Dia dilahirkan di Semarang sbg anak pertama dari 4 bersaudara dlm keluarga pasutri Yosua Sudarno dan Sartini. Setelah itu ia berpindah-pindah kota terkait keberadaan ortu dan pendidikan yg ditempuhnya (Solo, Lampung, Musi Rawas-Sumatera Selatan, Semarang, Salatiga, Yogya). Namanya Adi Cahyono.

Setelah lulus SMP dari Musi Rawas-Sumatera Selatan Adi kembali ke Jawa utk melanjutkan sekolah jenjang SMA dan tinggal di rumah kakek-nenek di dusun Randusari, Payungan, Kec, Kaliwungu, Kab. Semarang Jawa Tengah. Disitu terdapat gereja GKI Sangkrah Bajem Randusari, disinilah proses panggilan utk melayani Tuhan mulai dibentuk dan diperlengkapi. Namun tidak ada niatan utk menjadi pendeta, karena sudah banyak keluarga besar yang menjadi pelayan Tuhan termasuk menjadi pendeta. Selain itu memang cita-cita sejak kecil maunya menjadi insinyur pertanian. Maka thn 2000 selesai SMA, Adi melanjutkan studi S1 Pertanian Agribisnis di Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga. Dalam perjalanan studi S1 yang dijalani sekitar 6 tahun lebih, panggilan utk menjadi hamba Tuhan semakin kuat.

Ini testimoni Adi: _”Sampai suatu hari dalam perjalanan dari Solo ke Sumatera pada bulan Juli 2006 sy mengalami kecelakaan mobil yang cukup dahsyat di Tol Jakarta-Merak (antara Tomang-Kebon Jeruk). Mobil rusak berat, dan saat tersadar saya masih hidup, maka saya spontan berkata kepada Tuhan: “Ya Tuhan, karena saya masih diberi kesempatan hidup maka bersedia utk menjadi pelayanmu sepenuh waktu”.  Namun saya masih nego sama Tuhan: 1) Saya tidak mau sekolah Teologi dari S1 lagi;  2) Oleh sebab itu saya mesti lulus S1 Pertanian dulu. (Saat itu proposal skripsi 1 tahun mandeg); 3) Saya mau bekerja dulu di perusahaan rokok terbesar di Indonesia (pada saat itu pernah ikut program pendampingan petani tembakau dari perusahaan tsb). Ternyata Tuhan mengabulkan semua permintaan atau “syarat” yang saya ajukan sesuai cara dan waktu Tuhan. Dalam tempo 6 bulan skripsi saya yang sempat 1 tahun mandeg bisa diselesaikan. Setelah lulus sidang skirpsi pada Januari 2007, dua minggu kmd saya diterima bekerja di sebuah perusahaan rokok di Salatiga (bukan perusahaan rokok terbesar di Indonesia).”_

Hingga suatu hari Adi secara tidak sengaja menemukan (ditumpukan sampah) brosur/poster seleksi mahasiswa Teologi yang setiap tahun diselenggarakan oleh KKSW. Setelah bergumul cukup berat karena pertimbangan pekerjaan/karier dan keluarga (utk membantu ekonomi keluarga dan sekolah adik-adik), akhirnya Adi mantap utk mengikuti seleksi Mahasiswa Teologi Jalur kependetaan Program Master Divinitas pada bulan Mei tahun 2008. Adi meminta petunjuk dari Tuhan, bahwa kalau dia diterima dalam seleksi itu, berarti Tuhan memang menghendaki saya utk menempuh jalur kependetaan di GKI. Hasilnya dia lulus/lolos dan menempuh studi M.Div di UKDW tahun 2008 dan tamat pada tahun 2011 namun di wisuda pada tahun 2012. Setelah itu Adi menjalani proses-proses kependetaan sbgmn diatur Tager-Talak GKI. Lalu ia mulai berproses di GKI Delima dng memasuki  Tahap Perkenalan per 1 April 2014. Proses terus berjalan sampai akhirnya tgl 5 Maret 2018 Adi ditahbiskan di GKI Delima.

*Pdt. Adi Cahyono* yg menikah dng Andriani Ika Prasanti (mrk telah dikaruniai 2 org anak: Azarya dan Athalya), kembali akan menyapa kita dalam *SG-GKI hari Jumat 24 Juni 2022*.   _*(Bahan intro dari 2 1/2 halaman A4 tulisan Pdt.Adi, diringkas oleh Ronny N., video diedit dan diunggah oleh sdr.Sigit dr kantor Sinode GKI)*_
Ini tautannya:

Leave a Reply

Your email address will not be published.