Yg menemani kita dlm SG-GKI hari Sabtu 19 Maret 2022 adl Pdt.Mario Gunawan dari GKI Kediri. Ini kali ketiga dia menyapa kita. Pdt kelahiran Pekalongan 1994 ini ditahbiskan sbg pendeta GKI dng basis pelayanan di Jemaat GKI Kediri pd tgl 11 Oktober 2021. Sekilas riwayat GKI Kediri serta kisah hidup dan pelayanan Pdt. Mario yg bukan Super itu sdh pernah diperkenalkan. Kali ini dia menceritakan dua pengalaman unik dlm hidup dan pelayanannya.

Pertama: Takjub dengan cara Tuhan memberikan anugerah-Nya: 1) Penempatan di GKI Kediri & 2) Mempertemukan dengan pasangan hidup. Saya asli dari Pekalongan (Jawa Tengah), kuliah di UKDW (Jogjakarta), berpikir akan berproses menjadi pendeta di Jawa Tengah. Anugerah Tuhan itu justru nyata saat berproses di GKI Kediri, kota dan gereja yang sangat asing bagi saya. Bahkan, di gereja inilah, saya akhirnya mengambil komitmen dalam perayaan cinta sampai kematian memisahkan dengan Eva Synthia (Anggota Jemaat GKI Kediri).

Kedua: Setiap kali pelayanan ke luar kota, saya geli dengan asumsi yang bermunculan dari jemaat yang baru mengenal saya. Seringkali, mereka berpikir bahwa saya adalah seorang bapak-bapak beranak dua. karena yang seringkali ditanya, berapa anaknya? bahkan pertanyaan ini pernah muncul sebelum saya menikah. Ketika kemudian saya menyebut usia saya baru 28 tahun (17 Maret kemarin), mereka terkejut dan merespon: “Lhoo, masih muda ternyata.” Geli rasanya harus menerima kenyataan: “gara-gara tertutup masker, wajah saya terlihat tua🤣🤣” (Berarti Mario tidak termasuk kelompok maskergenic 🤭)

(Bahan intro dr catatan Pdt. Mario, dikombinasikan dng info terdahulu dan dikotak-katik oleh Ronny N., video diedit dan diunggah oleh sdr.Sigit dr kantor Sinode GKI)
Ini tautannya:

Leave a Reply

Your email address will not be published.