GKI Kavling Polri pernah kita kenal sejarah singkatnya dlm SG-GKI bulan Mei 2021. Skr kita berkenalan dng pendeta yg belum lama diteguhkan ke dlm pelayanan di GKI Kav Polri. Ini cerita ybs ttg dirinya yg jadi pendeta padahal semula tdk berminat jadi pendeta:_Perkenalkan, Saya Addi Soselia Patriabara. Anda dari Indonesia bagian Timur? Begitu setiap kali orang membaca nama saya. Memang nama saya agak tdk biasa. Ayah saya bernama Soemartono, asli Jawa Timur. Ibu saya, Arni Soewarni, juga asli Jawa Timur. Nama Patriabara didapat saat ayah dibaptis di usia dewasa. Ayah saya mengalami pertobatan saat usia dewasa, bahkan kemudian menjadi pendeta di GKI Palsigunung.__Addi menurut ayah saya bermakna baik. Soselia terdiri dari dua kata SOS dan Elia. SOS adl sinyal meminta pertolongan, Save Our Souls, yg menunjuk pd penderitaan yg saya alami saat kecil. Elia adl nabi yg memuat harapan pd masa depan saya. Patriabara berarti menciptakan (Ibr.: bara) tentara Kerajaan Allah (patriot). Jadilah nama dengan makna orang baik yg dulu menderita diharapkan menjadi seperti nabi Elia, dia siap menciptakan tentara-tentara Kerajaan Allah. Apakah ini nama yg terlalu optimis bahkan kelewat tinggi? Bisa saja. Namun dlm nama itu terkandung keyakinan akan penyertaan Tuhan yg terus menerus menopang di tengah berbagai situasi, termasuk situasi yg SOS. Perjalanan hidup saya menunjukkan penyertaan Tuhan dlm dekapan kasih-Nya yg begitu luar biasa._ _Saya masuk sekolah teologi tetapi merasa tdk berminat dan tdk mampu menjadi pendeta. Itu sebabnya setelah lulus dari STT Jakarta tahun 1993 saya mengajar di SMPK Penabur Tirta Marta Pondok Indah. Awalnya saya merasa ini adl dunia saya, sampai kemudian sejumlah penatua dari GKI Serpong datang dan menceritakan pergumulannya. Saat itu GKI Serpong “kehilangan” gedung gereja karena ditutup. Kisah pedih yg dituturkan pd akhirnya mampu membuat saya bersedia dipanggil utk menjadi calon pendeta. Karena tdk berminat menjadi pendeta, kompetensi kependetaan saya tergolong parah. Khotbah adl salah satu contohnya. Saya tdk dapat berkhotbah dengan baik, sehingga muncul kritik bahkan disampaikan dlm bentuk surat kaleng kpd saya. Justru karena semua kritik itu, saya belajar terus menerus menempa dan memperbaiki diri._ _Setelah 17 tahun melayani di GKI Serpong, dengan jeda sejenak utk studi magister di fakultas teologi UKDW, saya melayani sebagai PTKSW GKI SW Jateng utk Lembaga Pembinaan dan Pengaderan (LPP) Sinode GKJ dan GKI SW Jateng. LPP Sinode adl lembaga pembinaan ekumenis satu-satunya yg masih tersisa di Indonesia. Setelah kurang lebih dari 10 tahun berada di lembaga ini, kini saya kembali melayani sebagai pendeta jemaat di GKI Kavling Polri.__Dlm menjalani kehidupan, saya bersyukur utk kehadiran seorang perempuan yg menjadi istri saya, Yunita Tampubolon namanya. Dari nama itu jelaslah ia keturunan suku Batak. Perbedaan justru membuat kami saling melengkapi. Kehadiran Nita memberikan kekuatan dan kegembiraan dlm hidup saya. Kami menikah di tahun 1998. Dari pernikahan tersebut, terlahirlah dua anak yg menyemarakkan hidup kami. yg pertama, tahun 2001, seorang putra bernama Faltias Khenat Patriabara. Hampir 7 tahun setelah itu, tepatnya tahun 2008, lahirkan putri kedua kami, Andhorea Chrestotesia Patriabara._ *Pdt Addi Soselia Patriabara akan menyapa kita dlm SG-GKI hari Kamis 6 Jan 2021.* _*(Bahan intro dari catatan Pdt.Addi, awalan dan akhiran oleh Ronny N, video diedit dan diunggah oleh sdr.Sigit dr kantor Sinode GKI)*_Ini tautannya:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *