Pendeta yg satu ini pernah menyapa kita dlm SG-GKI tgl 27 Maret 2021, namanya singkat: Sutrisno _*(tok)*_. Tercatat ia dilahirkan di Sidoarjo, 4 Oktober 1967. Ini kesaksian pendeta Sutrisno ttg perjalanan hidupnya:_“Punya 2 orang tua yg punya peran masing-masing yaitu yg melahirkan dan membesarkan. Dlm akta kelahiran tercatat nama orang tua Harianto dan Pairah. Pendidikan dari SD sampai dng SMA di lalui di kota petis Sidoarjo. Saat SD kelas 4 sempat tdk naik kelas krn nilai raport tdk bagus dan nakal. _*(rada susah sih membaygkan Sutrisno nakal)*_. _Semua itu disebabkan oleh gambar diri yg jelek. Namun saat mulai berdamai dng keberadaannya sebagai anak angkat dan memiliki gambar diri yg jauh lebih baik nilai akademis juga mulai menjadi lebih baik. Bahkan saat SMP sempat menikmati Pendidikan di sekolah favorit kota Sidoarjo. Ketika lulus SMP sempat mendaftarkan diri di sekolah perikanan di Sidoarjo namun krn orang tua tak memiliki biaya untuk uang Gedung_ _*(blessing in disguise, kalau tdk Sutrisno mungkin jadi penjala ikan dan bukan penjala org)*_ _maka terpaksa beralih ke SMA Katolik. Dan selama SMA mendapatkan beasiswa dari GKI Sidoarjo._ _Keluarga di mana saya dibesarkan bukanlah keluarga Kristen. Keluarga kami menganut beragama agama yaitu Khong Hu Chu, Islam, dan juga kejawen. Segi positifnya ada keterbukaan. Sehingga saat diajak tetangga untuk menemani anak mereka merayakan Natal Anak GKI Sidoarjo saya diijinkan oleh orang tua. Dan pengalaman ke gereja ini terus berlanjut dan kemudian diikuti saudara nomor 2. Meskipun orang tua berbeda keyakinan namun mereka sangat mendukung dan mendorong dng prinsip kalau mengikuti sebuah kepercayaan lakukan dng sebaik mungkin. Namun hal ini berbeda saat menyatakan keinginan masuk sekolah teologi ke UKDW untuk menjadi seorang pendeta. Ayah menentang keras krn berpikir menjadi pendeta itu tak memiliki masa depan dan juga masalah ekonomi. Namun setelah diajak bercakap oleh Pdt. Andreas Agus Susanto akhirnya mereka mengijinkan dng syarat tak membebani keuangan keluarga. Tekad yg kuat untuk melayani sebenarnya mulai muncul ketika berjumpa suster di SMA Katolik yg memberikan diri sepenuhnya untuk Tuhan dan juga mendapatkan dorongan dari pembimbing Komisi Pemuda Remaja GKI Sidoarjo dan rekan-rekan pengurus yg lainnya. Namun dibalik kesemuanya itu juga krn menemukan kasih Allah yg luar biasa sehingga merasakan hidup ini adalah hutang kpd Tuhan dan sesama. Itulah sebabnya saat ditahbiskan menjadi pendeta GKI Ngagel pd tgl 27 Februari 1995 dng penugasan khusus menyiapkan pelembagaan Bajem Krian tema yg digunakan adl “Aku Orang Berhutang”._ _Setelah GKI Ngagel Bajem Krian dilembagakan MJ GKI Krian memanggil saya untuk diteguhkan sebagai pendeta GKI dng basis pelayanan di Krian pd tgl 15 Juli 2002. Selanjutnya untuk mengisi kekosongan pendeta GKI Jombang akhirnya mereka melakukan pemanggilan dan ibadah peneguhan dilaksanakan pd tgl 10 September 2007. Sampai pd akhirnya dalam PMSW GKI SW Jatim diputuskan untuk menjadikan saya sebagai PTKSW GKI SW Jatim selaku Sekum. Kebaktian peneguhan di laksanakan pd tgl 2 Desember 2013 dng jemaat tumpuan GKI Jombang sebagaimana kesepakatan MJ GKI Jombang dan para pelawat saat itu._*Pdt. Sutrisno kembali menemani kita dlm SG-GKI hari Selasa 14 Des 2021*. _*(Bahan intro dari catatan Pdt. Sutrisno, diedit sedikit oleh Ronny Nathanael, video diedit dan diunggah oleh sdr.Sigit dr kantor Sinode GKI)*_Ini tautannya:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *