Setahun sdh berlalu… itu baris pertama lagu Doa Suciku yg dinyanyikan Koes Plus Maka hampir setahun sdh berlalu sejak riwayat singkat GKI Pengadilan Bogor diperkenalkan dlm SG-GKI tgl 4 November 2020. Kali ini kita mau kenalan dng calon pendeta GKI Pengadilan Bogor. Ini cerita yg ia tulis ttg dirinya dan kota Bogor yg skr menjadi bagian hidupnya:

Galvin Tiara Bartianus merupakan nama yang diberikan orang tua saya pada tanggal 10 April 1994. Meskipun tidak tahu artinya, saya senang menggunakannya karena jarang sekali orang bernama Galvin. Saya anak kedua dari dua bersaudara (bontot), ayah saya Galatias Philip dan ibu saya Henny Araini. Sebelum pindah ke Tangerang, kami sekeluarga tinggal di Cimanggis Bogor (skrg Depok) bersama kakek saya Pdt Fridolin Ukur. Momen hidup bersama dengan beliau menumbuhkan panggilan kependetaan yang masih saya pahami cukup sempit yaitu pendeta itu orang baik. Namun, ketika melanjutkan studi di STTJ pada tahun 2012 pandangan itu berubah karena banyak perjumpaan dengan orang-orang yang unik. Bagi saya menjadi pendeta tidak berbicara tentang baik saja melainkan perlu ada kebenaran di dalamnya.

Kini saya sedang melayani di GKI Pengadilan Bogor, berjumpa dan berproses bersama dengan jemaat di sini. Sebelum berproses di sini, saya menikah dengan Meydila Wanda Bangun pada tanggal 30 Desember 2020. Pernikahan ini melengkapi perjalanan saya selama sekolah teologi karena STTJ memiliki kepanjangan Sekolah Tempat Temu Jodoh.

Kota Bogor memiliki julukan sebagai kota hujan namun kini sebutan tersebut kurang relevan dengan kenyataannya. Bogor kini berganti wajah menjadi kota seribu angkot yang menghiasi jalan-jalan utama bahkan sampai jalan “tikus” pun ada angkot. Keberadaan angkot di kota Bogor cukup membantu anggota jemaat yang belum memiliki atau malas menggunakan kendaraan pribadi dapat menggunakannya karena GKI Pengadilan dilalui oleh banyak angkot. Walaupun belum genap setahun, paling tidak angkot di Bogor cukup mewarnai kehidupan pelayanan saya.

Pnt. Galvin akan menemani kita dlm SG-GKI hari Selasa 2 Nov 2021. Setelah itu Anda bisa menikmati ngo hiang, toge goreng, dan siangnya menikmati asinan Bogor yg segar itu. (Bahan intro dari catatan yg dikirim Pnt. Galvin, awalanvdan akhiran oleh Ronny Nathanael, video diedit dan diunggah oleh sdr.Sigit dr kantor Sinode GKI)
Ini tautannya: https://youtu.be/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *