Kalau belum mengenalnya, melihat pendito yg satu ini terkesan sangar, padahal kalau sdh kenal kita akan tahu hatinya lembut. Dia dilahirkan di Sleman 29 September 1953, namanya Paulus Eko Samudro. Pendidikan dasar s/d menengah pertama berjalan normal. Nah pas sekolah menengah atas mulai kurang normal. Di SMA BOPKRI I, Yogya sampai kelas 2, eh entah mengapa pindah ke SPG Rewulu tapi cuma tahan 3 bulan, lalu balik meneh ning SMA, skr di SMA II Yogya smp tamat thn 1973.

Salah satu kesukaannya pd masa remaja adl dolan di pastori pendeta. Eko suka diajak melawat oleh Pdt. Siswondo dan Pdt.Philipus Hartono. Yg dia ingat kalau kunjungan naik sepeda onthel dan tidak pernah ditraktir (Mas Eko bilang entah karena “gaji”nya kecil atau dasarnya pelit….). Tapi sosok kedua pendeta inilah, yg kalem dan berwibawa, yg membangkitkan kerinduan Eko utk menjadi pendeta. Maka selesai SMA dia melanjutkan pendidikan ke STTh Duta Wacana. Sesuai model perkuliahan zaman itu maka Eko menyelesaikan dulu sampai Sarjana Muda Theologia pd thn 1978.

Perjalanan pelayanan dlm proses kependetaannya dimulai di GKI Wonosobo Bajem Winongsari mulai 1 Juli 1979. Selama pelayanan di sini Mas Eko didampingi seniornya, Pdt.Daniel Haryono. Dlm kurun waktu 4 thn Mas Eko turut membidani kelahiran Bajem Tanjung Anom dan Bajem Genting Sari. Tapi Mas Eko tidak ditahbiskan di GKI Wonosobo melainkan di GKI Purworejo. Jadi ceritanya MJ GKI Wonosobo telat, ketika berkirim surat pemanggilan atas diri Mas Eko, dia sdh lebih dulu mengikat janji dng GKI Purworejo. Tgl 24 Januari 1984 Mas Eko ditahbiskan menjadi pendeta GKI dng basis pelayananGKI Purworejo dan penugasan khusus di Bajem Clapar. Di Clapar tantangan yg dihadapi Pdt.Eko tdk mudah. Stigma yg dilekatkan pada mayoritas anggota Jemaat yg adl ex-tapol sempat menyulitkan, namun berkat pimpinan dan anugerah Tuhan, kehadiran Pdt. Eko yg sangar namun merakyat itu lambat laun bisa mengubah situasi. Akhirnya kehadiran gereja bisa diterima dng baik. Sampai beliau diemeritasikan pd tgl 22 Okt 2013, Pdt.Eko setia melayani di GKI Purworejo Bajem Clapar. Oh ya, Pdt. Eko berkesempatan melanjutkan studi dan mendapatkan gelar Sarjana Theologia dr Duta Wacana pd thn 1988.

Bersama istri terkasih, ibu Mansilah, (mrk menikah 18 Agustus 1976), Pdt. Eko dikaruniai 3 org anak: Tunggul Pramono Seto, Kristina Cendhani dan Witri Mawarsih. Dari ketiga anak inilah Ngkong Eko dikelilingi 5 org cucu.

Pdt.Em.Paulus Eko Samudro yg gemar beternak kambing ettawa dan setelah emeritus tinggal di Godean-Sleman, Yogya ini akan menemani kita dlm SG-GKI hari Jumat, 29 Okt 2021. (Bahan intro dari catatan yg dikirim Pdt. Eko, disunting oleh Ronny Nathanael, video diedit dan diunggah oleh sdr.Sigit dr kantor Sinode GKI)
Ini tautannya:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *