“Ku kenal dikau lalu jatuh cinta bagai pertama”, itu baris pertama lagu “Karmila” yg dinyanyikan Farid Hardja. Ku kenal Sakriso sejak awal pertama pelayanannya di GKI Pengampon, tapi aku tdk jatuh cinta padanya, aku khan sdh punya istri-anak. Aku menyayangi dia sbg adikku.

Kris, begitu biasa sy memanggilnya tapi nama lengkapnya Sakriso Ladiana Saragih. Nama itu bisa membuat org yg belum mengenalnya bisa salah mengerti krn berpikir itu nama lelaki. Kris punya catatan: “Pernah dlm salah satu PMSW GKI SW Jabar panitia menempatkan saya dengan Pdt. Ronny Nathanael dlm kamar yg sama 🤣🤣🤣”

Kris dilahirkan tgl 19 Nopember 1966 di Jakarta, anak ke 4 dari 8 bersaudara, dari pasutri Kapten N. SARAGIH (alm) dan N boru Pasaribu. Alumna STT Jakarta ini mengawali pelayanan di GKI Pengampon sejak bulan Mei 1991 dan di tahbiskan tgl 24 Juni 1994. Kris mencatat dlm sambutan yg disampaikan oleh Pdt. Cucu Rustandi (alm) saat penahbisannya bhw Sakriso adalah pendeta perempuan pertama yang ditahbiskan di lingkungan Klasis Cirebon. Ketika sy berkesempatan melayani sbg Ketum BPMK Cirebon Kris menjadi Wasekum (waktu itu Kris msh Tua-Tua Khusus). Setelah ditahbiskan, Pdt. Sakriso juga terus aktif dlm pelayanan di BPMK Cirebon. Selain itu pendeta yg punya minat utk Keesan Gereja ini sejak tahun 2000 sampai sekarang menjadi Ketua Keesaan Gereja di Persekutuan Gereja Indonesia Setempat (PGIS) Cirebon.

Buat Kris, Cirebon lah tempat cinta berlabuh. Bukan di pelabuhan Cirebon, melainkan di Kejaksaan. Tuhan mempertemukan dia dng soulmate seorang Jaksa bernama Harianto Pane SH, MH. yg skr sedang bertugas di Kejaksaan Tinggi Ternate (Maluku Utara). Mrk dikaruniai seorang anak lelaki bernama Deodatus A.K. Pane yang masih kuliah di Fak. Psikologi Binus Jakarta.

Anda mungkin berpikir nama “Sakriso Ladiana” itu adl kata-kata dlm bahasa Batak yg punya arti tertentu. Betul sih punya arti tertentu, tapi bukan dari bahasa Batak. Ini kata Pdt. Sakriso ttg makna di balik namanya: ”Sebenarnya nama SAKRISO LADIANA itu adalah singkatan dari SAAT KRISIS LAHIRLAH DIA ANAKKU. Alm. papa selalu mengkaitkan nama anaknya dengan momen yang terjadi.. Nama itu diambil ketika Indonesia dalam kondisi krisis ekonomi setelah peristiwa G30S PKI…”

Pdt. Sakriso Ladiana Saragih dari GKI Pengampon akan menyapa kita dlm SG-GKI hari Selasa 26 Okt 2021. (Bahan intro dari data yg dikirim Pdt.Sakriso, disunting dan disajikan oleh Ronny Nathanael, video diedit dan diunggah oleh sdr.Sigit dr kantor Sinode GKI)
Ini tautannya:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *