*GKI Pamitran dan Pdt.Kukuh Aji Irianda* sdh dua kali kita jumpai dan kita telah belajar kenal dng mereka. Maka kali ini kita akan berkenalan lebih dlm dng Pdt. Kukuh melalui kesaksiannya ttg perjalanan hidupnya utk menjadi pendeta. _*(Riwayat lain-lain sdh pernah disampaikan dlm layanan sebelumnya)*_Pdt. Kukuh berkisah ttg dirinya:_Dulu, sebelum menjadi pendeta, saya sempat bekerja di sebuah perusahaan makanan (GarudaFood). Saya punya karir yang cukup bagus. Di sisi lain, saya juga mulai aktif melayani sejak saya SMP s.d. saya kuliah dan bekerja. Saat kuliah *(di UNS Solo)*, saya ikut melayani di kampus dan di gereja (GKI Sangkrah Bajem Wonosaren). Saya tidak menyadari, ternyata saya menikmati dunia pelayanan. Sampai akhirnya, menjelang lulus kuliah S1, saya berkomitmen untuk menjadi pendeta. Dalam sebuah ibadah kecil di gereja kampus, saat ada altar call, saya maju ke depan utk didoakan terkait kerinduan saya ini.__Setelah lulus S1, saya pulang ke Tangerang. Saya bicara ttg keinginan saya ini ke Mama dan Ayah. Ayah cenderung menerima. Tapi Mama tegas menolak rencana saya. Mama bilang, “Segala sesuatu yang diputuskan terburu-buru, biasanya salah. Kamu kerja dulu aja!” Dan saya menuruti Mama. Saya bekerja dan tetap aktif melayani di GKI Sutopo, Bajem Pondok Makmur. Saya menikmati dunia kerja. 1,5 – 2 tahun saya bekerja di GarudaFood. Tapi ternyata, saya tetap lebih menikmati dunia pelayanan. Lalu saya utarakan kembali niat saya utk menjadi pendeta ke Mama. Dan Mama bilang, “Silahkan jika kamu mau sekolah lagi menjadi pendeta. Tapi Mama gak mau biayain kamu sekolah!.” Saya tahu. Mama tetap tidak setuju dengan langkah itu. Tapi kata “Silahkan” dari Mama, sudah cukup menguatkan saya utk melangkah.. karena saya tahu restu seorang Ibu amat penting.__Mulailah saya kuliah S2 di UKDW. Karena tidak ada biaya dari orangtua, akhirnya saya memakai tabungan hasil dari bekerja itu untuk membiayai kuliah saya. Tadinya, uang ini saya rencanakan untuk bayar DP rumah. Tapi semuanya habis di tahun pertama kuliah di UKDW. 😅😆😅 Saya baru sadar. Kuliah S2 itu cukup mahal!! Setahun pertama kuliah itu, saya bener2 hidup irit. Saya yg biasa pegang uang, beli ini itu bisa. Mendadak harus putar otak mengatur pengeluaran. Tapi di dalam hidup sederhana di kota Yogya itu, saya tetap menemukan Tuhan. Saya bahagia ketika saya bisa lebih dalam belajar teologi. Saya seperti menemukan dunianya saya._ _Saya belajar dgn serius. Puji Tuhan saya ranking 1 di kelas. Padahal modal saya cuma baca buku2 yg saya hanya bisa dapatkan dgn cara fotocopy. Dana saya gak sanggup klo harus beli yg asli. Berdosa memang saya ini. Tapi mau gimana lagi. Setidaknya saya harus bisa bertahan di awal2 saya kuliah. Tapi entah kenapa saya suka baca buku2 teologi itu, meski bahasa Inggrisnya bikin mumet jika terlalu filosofis.__Saya menulis thesis cukup lama: 1 tahun. Karena research yg saya lakukan, buku2nya belum ada di kampus. Tapi bersyukur, Tuhan itu selalu baik. Entah bagaimana, saya menemukan referensi utama saya! Waktu itu ada seorang Doktor di luar negeri yang mengijinkan Disertasinya bisa saya baca dgn free! Dia kasih saya akses semuanya! Pertolongan itu datang, tepat di saat saya sudah diancam oleh kampus utk ganti topik saja. Tapi saya bilang No. Saya tetap yakin dgn pilihan biblika dan filsafat postmo yg saya teliti. Dan thesis itu diuji oleh Prof Singgih, Prof Banawiratma, dan Dr. Robert Setio dgn nilai A. Puji Tuhan! Saya tahu hanya karena Tuhan! Itu bersyukurrrr sekali krn Tuhan tidak pernah tinggalkan saya sendiri._Kukuh mengawali proses kependetaan di GKI Pamitran thn 2014. Sesuai Tager-Talak GKI dia menjalani Tahap Perkenalan, Tahap Orientasi sampai ditahbiskan pd tgl 3 Okt 2016. *Pdt.Kukuh kembali menemani kita dlm SG-GKI hari Jumat 22 Okt 2021*. _*(Bahan intro dari catatan Pdt. Kukuh, awalan dan akhiran oleh Ronny Nathanael, video diedit dan diunggah oleh sdr.Sigit dr kantor Sinode GKI)*_Ini tautannya:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *