Teman-temannya memanggil dia Anthon, tapi nama lengkapnya Melanthon Bombong. Ia lahir dari pasutri Pdt. Sem Palalunan Bombong & Anatje Bongga Silomba di Mamasa, Sulawesi Barat, tgl 5 Mei 1949. Ayahanda terkasih gugur ketika menjalankan tugas mewakili Mamasa dlm sebuah perundingan damai utk menyelesaikan konflik² antar daerah yg umum terjadi di Sulsel pada masa itu. Peristiwa penembakan yg merenggut nyawa Pdt. Sem terjadi persis pd tgl 5 Mei 1950 ketika Melanthon berulangtahun yg pertama.Sejak Melanthon menempuh pendidikan dasar dan menengah pertama ibunda dan paman-pamannya mendorong dia utk menjadi pendeta. Maka setamat SMP Melanthon pindah ke Jkt ikut kakak sulung dan bersekolah di SMAK PSKD agar kelak bisa lanjut ke “Sekolah Pendeta”. Ini cerita Melanthon ttg pergumulannya saat itu: _“Selama di SMA sy mendengar teman² bicara tentang kelanjutan studi setelah SMA. Tidak satupun dari mereka yg sy dengar ingin masuk STT. Jadi sy malu bicara tentang cita² orgtua di kampung untuk studi di “Sekolah Pendeta.” Akhirnya sy mendaftar di UI (FK) dan ITB …hanya di terima di ITB, jurusan Fisika Murni. Setelah mapram 8 hari sy harus pulang ke Jakarta karena paman yg akan membiayai studi sy mengalami penipuan sehinga usahanya bangkrut. Akhirny sy menganggur selama setahun, 1970. Selama menganggur itulah sy ditanya paman yg di Jakarta, apakah sy tdk berminat masuk STT supaya bisa meneruskan tugas ayah alm. Di situ sy baru membuka rencana awal dari kampung. Paman menyesal bhw sy tdk bicara dari awal tentang hal itu. Karena sering mendengar Yogya adalah “kota pelajar” jadi sy memilih masuk di sana dan tidak memilih yg ada di Toraja, Makassar, dan Jakarta yg disebutkan paman sy.”_Jadilah Melanthon menempuh studi di STTh Duta Wacana Yogyakarta (1971-1976). Dia mengambil jurusan PAK karena senang Sekolah Minggu dan Pembinaan Warga Gereja. Sebelum lulus dia didatangi Pdt. Yusak Susabda dari GKI Taman Cibunut dan mengusulkan agar bersedia dipanggil ke Cibunut kalau sdh lulus. Ternyata memang itu jodohnya, sejak Maret 1977 Melanthon resmi melayani di GKI Taman Cibunut sampai diemeritasikan pd tgl 22 Juli 2009. Dlm rangka kerja sama GKI Jawa Tengah dan GKN di Belanda, Pdt. Melanthon mendpt kesempatan studi lanjut di Kampen pada tahun 1992-1995. Sesuai bidang bidang yg diminatinya, PAK, ia mengambil studi Volwassen Kathechese di Theologische Universiteit, Kampen 1992-1995 (ThU Kampen).Pdt. Melanthon menikah dgn Aryani (Tjan Djioe Kiok) pada tgl. 15 November 1977 di GKI Klaten. Lewat pernikahan ini jumlah pendeta dlm keluarga besar bertambah, krn dua saudara istrinya adl pendeta juga, yaitu alm Pdt. Paulus Sardjono dan Pdt. Lazarus Hendro Purwanto. Pdt. Melanthon dan ibu Aryani dikaruniai 2 orang anak yaitu Yosef Aryanto Bombong (Ryan, lahir 9 Okt 1978) dan Theresa Aryanti Bombong (Tessa, lahir 22 Juli 1984).*Pdt.Em. Melanthon Bombong* yg kadung betah tingggal di Bdg ini akan menemani kita dlm *SG-GKI hari Selasa 21 Sept 2021*. _*(Bahan intro dr catatan Pdt.Melanthon, diedit sedikit oleh Ronny Nathanael sbg penanggungjawab, video diedit dan diunggah oleh sdr.Sigit dr kantor Sinode GKI)*_ Ini tautannya:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *