Namaku Bento, itu judul lagu Iwan Fals. Namaku Utomo, ini belum ada lagunya.
Utomo lahir di lingkungan keluarga non Kristen. Keluarganya msh memegang kepercayaan adat Tionghoa dan tradisi leluhur. Utomo yg dilahirkan 16 September 1974 di Surakarta ini baru mulai sungguh-sungguh percaya dan memberi diri kpd Kristus, ketika duduk di bangku SMP. Saat itu menjadi momen yang sangat krusial bagi kehidupannya, krn dia merasa di masa-masa itulah Tuhan bekerja begitu luar biasa dlm dirinya dan membentuknya untuk memiliki karakter Kristus. Banyak perubahan terjadi yang dia rasakan di dlm kepribadian dan karakternya. Perubahan-perubahan ini sangat bermakna di dlm perjalanan kehidupannya selanjutnya.

Perubahan itu menjadi kesaksian indah yang bisa dipakai Tuhan untuk menyelamatkan yang lain. Seiring berjalannya waktu, satu demi satu anggota keluarganya mulai mengenal Kristus serta sungguh-sungguh diubahkan. Tahun 1993 usai menamatkan SMA, Utomo kuliah di Universitas Kristen Duta Wacana, tapi ….. bukan di Fakultas Teologi melainkan di Fakultas Ekonomi. Utomo S.E. lalu meniti karier di dunia perbankan. Ada kerinduan untuk memenuhi panggilan Tuhan sebagai rekan sekerja-Nya penuh waktu (full timer), namun dlm berbagai kesempatan, Utomo selalu menepis kerinduan itu dng alasan bahwa “melayani Tuhan tidak harus menjadi seorang pendeta”.

Tgl 3 Juli 2005 Utomo mengakhiri masa lajang, menikah dng Jochebed Ikariana. Setahun kmd, pd tgl 11 Mei 2006, Tuhan menganugerahkan seorang anak laki-laki: Majesty Manuelle Utomo. Di tengah segala kebahagiaan keluarga yang ia dapatkan ini dan juga kemapanan pekerjaan, dorongan memenuhi panggilan Tuhan utk menjadi rekan sekerja-Nya penuh waktu bukannya hilang, tetapi makin kuat. Kegelisahannya pun makin memuncak. Pergumulan yg sangat manusiawi: “Jika saya memenuhi panggilan-Nya, bagaimana dng kehidupan dan masa depan keluarga saya?” Akhirnya, setelah mempertimbangkan masak-masak bersama dng istri dan berbekal masukan dari beberapa sahabat, Utomo memberanikan diri untuk mengikuti seleksi yang dilakukan oleh KPP GKI (KKSW) Sinwil Jateng. Dia bertekad dlm hati, proses seleksi inilah yang menjadi “tanda”, bhw memang ini panggilan Tuhan atau perasaannya itu muncul krn ambisi pribadinya semata! Dan …ternyata dia lolos seleksi. Maka Utomo pun menempuh studi M.Div. di FT UKDW.

Utomo memberi testimoni sbb: “Memang secara pandangan manusia, apa yang saya putuskan terlalu berani dan sembrono. Bahkan, tak sedikit teman-teman mengatakan saya sudah “gila”. Tetapi keyakinan iman dan pengalaman hidup saya bersama Tuhan Yesus menjadi rujukan serta dasar yang kokoh, bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan anak-anak-Nya yang berserah penuh kpd-Nya. Terlalu banyak untuk diceritakan kebaikan dan anugerah Tuhan dlm kehidupan yang saya jalani. Masa-masa studi ini membawa saya kpd pemahaman baru, bahwa sungguh berkat Tuhan itu selalu baru tiap pagi (Ratapan 3:22-26 dan Matius 6:33).”

Usai studi Utomo pun menjalani proses kependetaan di GKI Karangsaru dan akhirnya tgl 20 Juni 2016 ditahbiskan sbg Pendeta GKI dng basis pelayanan GKI Karangsaru. Pdt. Utomo kembali menemani kita dlm SG-GKI Sabtu, 11 Sept 2021. (Sumber intro dari refleksi Pdt.Utomo dlm buku penahbisan atas dirinya, disunting dan diceritakan ulang oleh RN)
Ini tautannya:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *