Dua hari lalu kita ditemani Pdt. Charliedus dari GKI Camar. Hari ini, *Sabtu 4 Sept 2021* seorang pendeta yg msh ada hubungannya dng GKI Camar akan menemani kita dlm SG-GKI. Dia bukan pendeta Jemaat GKI Camar, tapi dia berasal dari GKI Camar. Pendeta cantik ini bernama *Helen Ruth Manurung*. Alkisah adalah pasangan suami istri James Manurung dan Corry Sibarani. Mereka dikaruniai 6 orang anak. Anak kelima diberi nama Helen Ruth Manurung. Helen tulen *anak negeri*, SD-SMP-SMA semua ditempuhnya di *Sekolah Negeri* di Bekasi. Dia baru keluar dari lingkungan “negeri” ketika berkuliah di Fakultas Teologi Universitas Kristen Duta Wacana, Yogyakarta. Setelah menyelesaikan studinya, sambil menunggu penempatan yg diatur oleh Rapat Kerja BPMS GKI, Helen sempat menjalani fase yg disebut *Bantuan Pelayanan* (Banpel) di GKI Indramayu,GKI Muara Karang,dan GKI Bundasudi Batam. Lalu menjalani *Pendidikan Persiapan Kependetaan* (PPK) I di GKI Taman Aries dan PPK II di GKI Pahlawan Magelang._*Saya cerita sedikit ya soal proses kependetaan di GKI. Anggota-anggota GKI yg menjadi kader GKI kalau sdh selesai studi teologi akan menempuh proses yg disebut Pendidikan Persiapan Kependetaan (PPK), semacam pendidikan profesi guna melengkapi kader dng apa yg tidk diterima di kampus. PPK dibagi dua bagian: PPK I dan PPK II. Masing-masing isinya Bina Kader (a.l. pelatihan outdoor), Belajar Bersama, lalu masuk Praktek Jemaat (di Jemaat terpilih) selama sekitar 4 bulan. Baru setelah PPK II ada penempatan yg diatur dalam Rapat Kerja BPMS khusus hal Kependetaan (BPMS bersama BPMSW-BPMSW dan Komisi Kependetaan). Idealnya dlm rapat itu dilakukan proses link and match, Komisi Kependetaan punya data profil kader, BPMSW-BPMSW membawa profil Jemaat-jemaat yg butuh pendeta. Nah sambil mohon hikmat dari Tuhan rapat mempertimbangkan siapa yg cocok ke mana. Gityu ceritanya. Nah ada yg disebut *Bantuan Pelayanan* / *Banpel. Ini adl tahap sisipan. Bisa antara kelulusan ke PPK atau antar PPK, atau antara PPK II ke penempatan. Yg indah menurut saya adl skr tdk ada kader Sinode Wilayah, yg ada adl kader Sinode GKI. Itu sebabnya Helen yg dr GKI Camar GKI SW Jabar bisa nyeberang ke GKI Salatiga GKI SW Jateng. Mudah-mudahan info ini bermanfaat.*_Balik ke Helen. Usai PPK II ia menjalani proses kependetaan di GKI Salatiga dan ditahbiskan tgl 7 Agustus 2017, menjadi pendeta perempuan pertama di GKI Salatiga. _*(Hidup Pendeta Perempuan!!! Pendeta Lelaki juga hrs hidup sebab kalau mati ya disebut almarhum)*_. Pdt. Helen menikah dengan Chandra Hutabarat pd tgl 1 okt 2016 dan mrk sdh dikaruniai 1 anak laki-laki, bernama Alvaro Gavriel Tulus Hutabarat. _*(Bahan intro dr Pdt.Helen, tambahan info dan suntingan oleh RN)*_Ini tautannya:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *