*Ini riwayat Thio Ping Liong yang tidak ada hubungan apa-apa dng Thio Bu Kie atau Thio Sam Hong*_Menurut orangtua, aku dilahirkan di R.S. Darmo, Surabaya tahun 1964. Waktu itu namaku ada 2: Robert Setio dan Thio Ping Liong. Belakangan nama Tionghoaku yang sebenarnya artinya jauh lebih bagus tidak lagi digunakan. _*(Kesian ya, kalo gitu mulai skr kita panggil dia Ping Liong)*__Dari keluarga ibuku, aku merupakan generasi ke-3 yang menjadi pendeta. Generasi pertama Ds. Hwan Ting Kiong yang kupanggil Ku Kong. Generasi ke-2, Pdt. Maria Gamaliel (putri Ds. Hwan Ting Kiong) dan Pdt. Sardius Kuntjara._ _Dari T.K. sampai S.M.A. aku sekolah di Petra, Surabaya. Sesudahnya kuliah di S.T.T. Duta Wacana dalam rangka mewujudkan cita-cita sejak kecil: menjadi pendeta. Bukti cita-cita masa kecil itu adalah foto-foto dengan pakaian pendeta yang kukenakan dalam karnaval-karnaval di sekolah dan fashion show di sekolah minggu._ _Tamat studi sarjana (tahun 1988), aku dipanggil dan bekerja di GKI Diponegoro Surabaya. Jalan setahun, dengan dukungan gereja, aku melanjutkan studi di Glasgow University, Scotland, U.K. Di tengah masa studi, aku pulang sebentar untuk menikahi Susan yang sudah menjadi pacarku sejak kami S.M.A. Tahun 1993 aku menyelesaikan studi doktoralku dan langsung kembali bekerja di GKI Diponegoro. Tahun 1994 aku ditahbiskan sebagai pendeta. Lalu tahun 1999 menerima tugas sebagai dosen di Fakultas Teologi, UKDW. Sejak itu sampai sekarang statusku adalah Pendeta Tugas Khusus Sinode Wilayah GKI Sinwil Jatim. Bidang utama yang kuampu adalah Perjanjian Pertama (atau Perjanjian Lama). Sebenarnya Penanggungjawab SG-GKI inilah yang direncanakan mengajar bidangku itu. Aku sendiri tidak pernah direncanakan menjadi dosen. Tetapi karena beliau memilih jalan lain, maka lowongannya kuisi. Sejak menjadi dosen aku juga mengisi lowongan bidang-bidang lain yang bukan bidang asliku, terakhir Filsafat Keilahian dan Ketuhanan._ _Di periode 2019-2023 ini aku ditunjuk menjadi Dekan. Pekerjaan administrasi di perguruan tinggi jarang disukai oleh dosen karena membuat urusan ilmu sendiri terbengkalai. Tetapi, ya, aku mencoba menikmatinya saja sekuatku. Selain di kampus, aku juga punya tugas menjadi asesor BAN-PT. Tugasnya melakukan asesmen sekolah-sekolah teologi yang jumlahnya luar biasa banyaknya. Pekerjaan ini membuat aku menyadari betapa pentingnya menjaga mutu pendidikan teologi. Tugas lain di luar kampus adalah menjadi anggota BPMS GKI periode ini._ _*(Sebelumnya juga pernah sih, di BPMS GKI, ya cuma jadi Ketum BPMS GKI periode 2006-2010)*_.*Pdt.Robert Setio akan menemani kita dalam SG-GKI hari Selasa 23 Agustus 2021*. *_(Bahan intro ditulis oleh Pdt Robert, sedikit komentar oleh RN)*_Ini tautannya:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *