Kalau ada org yg rada bingung mau mengaku org apa, ya pendeta yg satu ini. Lahir 8 Mei 1971 di Sampit, Kalteng. Maminya asal Manado fam Karamoy, papinya keturunan Tionghoa. Nah bingung kan dia? (Kalau sy sih gampang aja, dlm kondisi spt itu kalau ditanya org apa ya jawab aja org Indonesia Keresten) Ketika lulus SMA thn 1988, krn sempat sakit dia libur panjang. Baru thn 1989 dia mulai kuliah di FT-UKI Tomohon. Tapi baru setahun, dia pindah melanjutkan kuliah di STT Jakarta. Oh iya anggota GKE ini kuliah dng rekomendasi GPIB. Jadi setelah thn 1994 dia lulus dari STT Jkt, dia sempat “terkatung-katung” krn utusan GPIB blm jelas penempatannya. Akhirnya dia memutuskan utk pergi ke Surabaya dan melamar di PPPK Petra Sby dan bekerja di Petra selama 2 thn (1995-1997).

Eh smp skr namanya belum disebut. Dia bernama Claudia, org GKI tahunya dia bernama Claudia Kawengian. Ternyata Kawengian itu nempel di namanya sbg konsekuensi pilihannya menikah dng soul matenya yg bernama Glen Kawengian. Claudia dan Glen menikah tgl 8 Mei 1995 di GKI Diponegoro, di mana Glen tercatat menjadi anggota. (pas ulangtahun Claudia ke 24). Lalu Claudia pun atestasi ke GKI Dipo. Pdt.Benyamin Gunawan mengajak Claudia membantu melayani di GKI Dipo di Komisi Anak dan Remaja sejak thn 1996. Kemudian Claudia menjalani masa orientasi kependetaan per 1998 dan ditahbiskan pd tgl 17 Juli 2000. Di thn 2007-2009 Pdt.Claudia diberi kesempatan mengambil study program M.Min dari Fak Teologi UKDW Jogjakarta yg membuka kls jauh di kota Sby.

Ini sharing Pdt.Claudia, bukan curcor loh : “Tgjwb sbg pdt jemaat dan ibu bagi 3 anak bukanlah hal yg mudah dijalani, krnnya tdk byk waktu bisa berkiprah di pelayanan yg luas, sempat terlibat sbg penulis 1 di BPMK Madiun 1999-2002 satu periode dan sbg anggota BPMK Madiun 2008 – 2011 satu periode lagi. Jg sempat bantu” program di pokja kemitraan dan jg DPP SDM SW Jatim. Pernah jg jd konsulen Bajem Gayungsari hampir 3 periode hingga mrk didewasakan 2012. Lega rasanya karena pergumulan bersama Bapim Gayungsari dlm proses mendewasakan diri dan menghadapi penolakan masyarakat itu penuh warna tersendiri.. Sejauh ini msh tersisa 10 thn usia pelayananku secara Tager.. 3 anak sdh duduk di bangku kuliah, anak pertama sdh mau wisuda dan jg anak kedua dan ketiga dlm proses menyelesaikan studynya di UKP Sby. Harapanku tidak muluk”, semoga masih diberi sehat agar bs trs mengerjakan pekerjaan yg dipercayakan Tuhan Sang Kepala Gereja.. tdk bnyk prestasi dilingkup yg luas bs daku lakukan…ttp tetap bersyukur bila hal- hal kecil di jmt bs berguna bg mrk yg memerlukannya..”

Pdt.Claudia Stephanie Kawengian (utk nama Kawengian yg melekat pd Pdt.Claudia huruf “a” dan “e” jangan terbalik ya, sebab kalau terbalik Anda bisa bersin atau terpaksa tahan nafas) akan menemani kita dlm SG-GKI hari Sabtu 21 Agustus 2021. (Bahan intro dari catatan Pdt.Claudia, disunting oleh RN)
Ini tautannya: https://youtu.be/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *