Kita pernah menjumpai GKI Kebonjati dlm SG-GKI 18 Feb 2021. Anggaplah cerita berikut sbg suplemen dari riwayat GKI Kebonjati yg memang panjang itu.Kebaktian Natal 25 Desember 1924, jemaat GKI Kebonjati Punya catatan tersendiri. Saat itulah mereka mulai memakai bekas gedung Zending Hospital untuk merintis kebaktian khusus bagi jemaat Tionghoa kota Bandung. Setelah sebelumnya di Maret 1924 majelis dan perangkat jemaat terbentuk. Keberadaan jemaat Tionghoa di Bandung, memang sudah berlangsung sejak abad sebelumnya. Padahal, awalnya mereka tidak menjadi sasaran misi dari lembaga misi Belanda di Jawa Barat (Nederlandse Zendelings Vereeniging, NZV). Pencarian spiritual mandiri keluarga-keluarga Tionghoa di Bandung, yang justru yang mengantar mereka bergabung ke jemaat Kristen.Cerita seperti Thung Goan Hok, anggota jemaat Tionghoa Bandung pertama di NZV, yang meminta sendiri untuk dibaptis pada Desember 1888 adalah contoh dari pencarian yang demikian. Jelang pergantian abad ke-19, sudah ada puluhan orang Kristen Tionghoa di Kota Bandung, yang bersekutu bersama di gedung gereja NZV Jl. Kebonjati 46 (sekarang No. 108, yang merupakan gedung Gereja Kristen Pasundan). Sebelum akhirnya mereka merintis kebaktian sendiri di Natal tahun 1924 tadi.Jemaat Tionghoa di Jl. Kebonjati ini merupakan salah satu yang tertua di Jawa Barat. Terlibat dalam semua sepak-terjang pembangunan organisasi jemaat Tionghoa. Jemaat Kebonjati terlibat mulai dari pembentukan Bond Kristen Tionghoa (BKT) 1926, Chung Hua Chi Tuh Chiao Hui (CHTCCH) 1938, hingga puncaknya bersama jemaat Tionghoa di Patekoan dan Senen, Jakarta serta jemaat Tionghoa di Indramayu dan Cirebon, jemaat ini membentuk Tiong Hoa Kie Tok Kauw Hwee Kho Hwee Djawa Barat (THKTKH KHDB) pada 12 November 1938, yang kemudian diresmikan oleh NZV pada 24 Maret 1940. Organisasi yang sekarang kita kenal sebagai GKI Sinode Wilayah Jawa Barat.Boleh dikatakan, jemaat Kebonjati mengalami semua perubahan struktural dan dinamika yang terjadi di lingkup GKI. Baik sejak ada di bawah struktur NZV, merintis kebaktian tersendiri untuk warga Tionghoa, berada sebagai bagian paralel dari Gereja Pasundan, membentuk kemandirian gereja bersama jemaat Tionghoa lain, hingga era keterbukaan dan pergantian nama, menjadi gereja yang meng-Indonesia. Hal itulah yang menjadi refleksi panjang untuk gerak GKI Kebonjati di masa sekarang. GKI Kebonjati telah merintis sejumlah GKI lain di sekitar Bandung. Jemaat ini sekarang dilayani 3 pendeta dan 2 calon pendeta, puluhan majelis serta anggota yang masuk hitungan sekitar 2.500 jemaat.*Kita akan ditemani oleh Pnt.Andy Agus Gunawan dari GKI Kebonjati dlm SG-GKI hari Kamis 19 Agustus 2021*. _*(Bahan intro ini disiapkan oleh Pnt.Agus)*_Ini tautannya:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *