Kalau yg satu ini juga dibikin sinetron maka judulnya “Gagal sekali, gagal dua kali, gagal tiga kali, lalu…”

Bila sejarah Republik ini pernah mencatat nama Amir Sjarifoeddin Harahap sbg salah seorg Perdana Menteri, maka GKI mencatat ada nama Amir Sarifudin sbg salah seorang pendetanya. Amir yg ini lahir di Klaten tgl 16 April 1962 dari pasangan bpk.Tjipto Suwarno (alm) dan ibu Wagiyem (almh) sbg anak ke 7 dari 12 bersaudara. Amir mengenal kekristenan saat bersekolah di SD-SMP Kristen II Klaten. Ia melanjutkan pendidikan ke STM Karya di kota Gresik. Amir bergereja di GKI Gresik, dan dibaptiskan di sana. Ia aktif menjadi guru sekolah minggu dan personalia Komisi Remaja di GKI Gresik. Di sinilah Amir bertemu dengan Yafet Ferdinand Tatuwo ( alm. Pdt.Em.Yafet Ferdinand Tatuwo} yang menjadi kakak rohaninya dan yang memotivasinya ikut pelayanan lintas gereja.

Setahun setelah lulus STM, Amir masuk Sekolah Alkitab di Cipanas, Bogor, tapi hanya bertahan 1,5 tahun. Lalu ia kerja di kapal. Namun semangat utk menjadi hamba Tuhan msh membara. Maka dia berhenti dari pekerjaannya dan masuk STT Jakarta, namun dropped out setelah 3 tahun. Kmd Amir kuliah di Fakultas Keguruan Universitas Kristen Indonesia. Setelah menyelesaikan perkuliahan di FK UKI, Amir kembali kuliah di Seminari Betel Petamburan. Tiga tahun ia jalani perjuliahan di sini namun gagal menyelesaikannya. Maka Amir pun menjadi guru di beberapa sekolah SMP-SMA-SMK Kencana dan SMA Negeri 110.

Sementara itu Amir bergereja dan aktif melayani di GKI Jepara. (Dlm Buku Informasi GKI Anda tdk akan temukan GKI Jepara, adanya bukan di kota Jepara, melainkan di Tanjung Priok, skr namanya GKI Melur). Di sini Amir sempat menjadi Penatua, dan anggota di BPMK GKI Klasis Jakarta Timur. Pada masa inilah ia bertemu dengan Ritje Dwijaya dan mrk menikah. Amir dan Ritje dikaruniai dua org anak: Zeta Dahana dan Prita Dahana. Saat mempunyai anak yang pertama, Pdt. Flora Dharmawan (skr sdh emeritus) mendorong Amir agar kembali studi di STT. Utk yg kedua kalinya Amir diterima dan studi di STT Jakarta, dan……..kali ini selesai, yaitu pd tahun 2000. Amir menjalani proses kependetaan di GKI SW Jabar, dia ditempatkan di GKI Pamanukan. Amir diteguhkan menjadi Pnt.K di GKI Pamanukan thn 2003 dan ditahbiskan sbg pendeta tahun 2004. Pdt Amir sempat terserang stroke pd thn 2007 lalu terulang bbrp kali. Adalah anugerah Tuhan kalau dia bisa kembali melayani dan melakukan berbagai aktivitas. Pdt. Dahana Amir Sarifudin kembali akan menemani kita dlm SG-GKI Senin 16 Agustus 2021 (kita pernah berkenalan dng GKI Pamanukan dan Pdt.Amir lewat SG-GKI edisi 22 Feb 2021). (Bahan intro dari catatan Pdt.Amir, dituturkan ulang oleh RN)
Ini tautannya, sdh bisa diakses mulai pk.04.00 WIB:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *