Kalau saya produser sinetron, maka sinetron yg satu ini akan saya beri judul “Anak Haji jadi Pendeta”.
Perempuan cantik ini dilahirkan di kota Malang pada thn 1979. Ayahnya bernama Abdul Hamid, di depan nama beliau ada gelar H. Ya betul bapak Abdul Hamid adl seorang haji. Beliau menikah dng ibu Netty Tembesing, seorang Kristen. Dari pernikahan mrk lahirlah anak pertama, seorang bayi perempuan yg cantik. Ketika kelopak mata bayi ini terbuka orangtuanya melihat sepasang mata yg bercahaya ( sekalipun waktu baru lahir sih si jabang bayi belum bisa melihat dng jelas ). Maka org tua yg berbahagia ini sepakat utk menamai anak pertama mrk Diah ( artinya “putri” / “bangsawan” ) Nooraini ( gabungan kata “noor=cahaya” dan “aini=mata” ). Bhw bpk H. Abdul Hamid adl seorang yg open minded terlihat bhw ia tdk berkeberatan bhw nama anak mereka diakhiri dng Kristianti, jadi lengkapnya nama anak ini adl Diah Nooraini Kristianti. Sang ayah juga tdk berkeberatan bhw Diah kecil dibaptiskan dan selanjutnya dididik scr Kristen oleh bunda terkasih yg berjemaat di GKJW Tulangbawang Malang. Maka Diah pun bertumbuh menjadi remaja yg aktif melayani di GKJW Tulangbawang.

Diah menempuh pendidikan dasar dan menengah di kota Malang. Sewaktu SMP Diah mengikuti Camp di Batu. Dari Camp itulah muncul kerinduan utk menjadi pendeta. Tapi kerinduan itu sempat pupus krn tdk diijinkan. Hari, minggu, bulan, tahun berlalu. Entah mengapa, sewaktu lulus SMA Diah iseng mengungkapkan pada org tuanya ttg kemungkinan dia menjadi pendeta. Eh org tuanya skr setuju dan mendukung. Itu terjadi 2 minggu sebelum pendaftaran terakhir gelombang 2 di FT UKDW. Maka Diah pun gerak cepat memerlengkapi persyaratan yg diharuskan. Masalah muncul ketika hrs ada rekomendasi dari gereja. Krn saat itu GKJW tdk memberikan rekomendasi utk calon mahasiswa perempuan. Tapi ketika satu pintu tertutup maka pintu lain terbuka. Seorg pendeta GKJW yg dikenal Diah membantu memintakan rekomendasi dari GKI Bromo lewat alm Pdt.Andi Sujono. Maka berbekal surat yg hanya menyebutkan bahwa Diah adalah seorang yg aktif dalam pelayanan, tanpa menyebutkan hak keanggotaannya, Diah berangkat ke Yogya (tentu berbekal baju ganti serta perlengkapan lain dan uang juga sih).
Dng jujur saat diwawancara Diah mengatakan bhw dia bukan kader Sinode, tapi ternyata dia tetap diterima utk studi di FT UKDW. Selesai studi Diah menjalani proses kependetaan di lingkungan GKI SW Jatim. Anak pertama dari 4 bersaudara ini ditahbiskan di GKI Banyuwangi pd thn 2007. Lalu mutasi ke GKI Jumbang pd thn 2018 dan melayani di sana smp skr.

Pdt. Diah Nooraini Kristianti dr GKI Jombang yg pernah menjumpai kita dlm SG-GKI edisi 15 Okt 2020, kembali akan menemani kita dlm SG-GKI hari Jumat 13 Agustus 2021. (Bahan intro dari wawancara lewat WA dng Pdt.Diah, dirangkai dan dikisahkan oleh RN)
Ini tautannya:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *