GKI Darmo Permai dan Pdt.Samuel Christiono sdh kita jumpai bbrp kali. Dlm upaya memperkenalkan GKI, baik Jemaat maupun para pendetanya, maka sdh bbrp bulan intro di chat WA yg saya muat isinya adl sejarah singkat Jemaat dari Jemaat asal rekan yg mengisi layanan SG-GKI pd hari itu, kalau intro ttg sejarah Jemaat sdh pernah disampaikan mk intro diisi dng perkenalan thd riwayat hidup dan pelayanan si pendeta, halnya sama bila yg melayani adl pendeta emeritus.Nah krn GKI DaMai sdh pernah diperkenalkan, maka mestinya kali ini kita belajar kenal dng Pdt.Samuel Ch. Tp waktu diminta data riwayat hidup dan pelayanannya, rekan yg satu ini dng rendah hati menjawab: “…yang penting kan renungannya, yang kotbah ga perlu diingat”. *Jadi aja sy cuma bisa cerita begini: “Samuel Christiono adl namanya. Suatu saat, entah di mana, dia dilahirkan. Entah mulai kapan dia menempuh pendidikan teologi di suatu tempat. Setelah pd saat tertentu dia lulus maka …. “* _(Nah masuklah refleksi yg beliau tulis ini…_)_“Saya mengawali pelayanan di GKI Jabar, kemudian diproses dan ditahbis di GKI Jateng, dan kini di GKI Jatim. Melayani dan menikmati persekutuan di jemaat dengan latar belakang budaya yang berbeda, makin memperkaya dan menumbuhkan cinta. Begitu pula melewati beberapa krisis (’98, ’08, ’20) di jemaat yang berbeda, membangkitkan kesan dan semangat pelayanan yang makin menguat._ _Sebagai pendeta, saya bersyukur boleh menjadi pribadi yang normal, bukan seorang yang super, maupun sempurna. Menjadi gembala, sekaligus pribadi di tengah keluarga, yang bisa salah, kalah, atau mati langkah. Terima kasih Eny sudah menjadi pendamping, sekaligus kawan bergelut. Terima kasih Ezra dan Ella, yang bukan hanya menjadi anak, tapi juga rekan diskusi dan pemandu di era yang baru._ _Tumbuh di tengah jemaat yang bisa saling asah, asih, dan asuh, dalam ketulusan dan transparan, membuat kami kuat dan damai merespon panggilan Tuhan._*Pdt.Samuel Christiono kembali menemani kita dlm SG-GKI hari Jumat 30 Juli 2021.* _*(Bahan intro sebagian tulisan sy, sebagian lagi refleksi Pdt.Samuel)*_Ini tautannya:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *