Kali ini kita berkenalan dng Pdt Setyahadi yg juga melayani di GKI Emaus-Sby (lihat edisi 15 Jan 2021).
Dia lahir di Kelet-Jepara (tp besar di Pasuruan) sebagai anak ke-4 dari 6 bersaudara dari papa (skr sdh alm) Tjoa Kie Sing & mama Tan Ling Nio yang berlatar belakang non Kristen. Bersyukur kepada Tuhan kedua orang tua ini kmd telah menerima Kristus. Setyahadi (panggilannya Hadi) kecil mulai mengenal Yesus lewat seorg guru SDN yg adl satu-satunya guru beragama Kristen di sekolah itu. Meski tempat kediaman sang guru cukup jauh dari rumah tinggal orang tua, Hadi dng setia dan gembira selalu ikut “KTB”, dan kalau hari minggu ke “Sekolah Minggu” di Gereja Injili di Tanah Jawa (GITJ). Kelas 6 SD dia pindah ke Pasuruan, Jawa Timur. Sekolah di SDK Sang Timur dan berjemaat di GKI Pasuruan. Sejak saat itu, dia mulai akrab dengan kehidupan bergereja ala GKI. Hadi mengikuti katekisasi dan menerima Sakramen Baptis Dewasa di GKI Pasuruan. Dia aktif dalam kehidupan jemaat, menjadi pengurus KPR, ikut VG, pernah main drama dengan peran “calon pendeta” dsb. Setelah melalui pergumulan yg mendalam, dng didampingi Pdt. Samuel Tjahjadi dan pembimbing remaja, ibu Santawati (ini teman sekelasku di STTh DW), akhirnya Hadi berbulat tekad utk studi di STTh DW (1987-1992).

Dlm proses studi yg dijalaninya Hadi sempat menempuh program “stage” di Jemaat GKI Jember. Di sanalah dia pertama kali berjumpa dengan seorang gadis manis bernama Maria Aderina yang rajin melayani Tuhan. Hatinya pun terpikat pd sang gadis. Bersyukur Hadi tdk bertepuk sebelah tangan krn memang dia punya dua tangan. Sekalipun masa stage hrs diakhiri setelah bbrp bulan, namun hubungan dng gadis tdk berakhir. Benih-benih cinta terus bertumbuh.

Selesai studi, Hadi menjalani proses kependetaan di GKI Banyuwangi, dan ditahbiskan di sana pd tgl 26 September 1994, tepat pada momen HUT ke-10 GKI Banyuwangi. Sambil bertekun dng pelayanan yg dipercayakan kpdnya, Pdt.Hadi juga bertekun merawat jalinan tali cinta kasih dng Maria yg sedang menyelesaikan studi di Universitas Negeri Jember. Tgl 4 Januari 1997 Pdt Setyahadi mengakhiri kejombloannya, dia menikah dng Maria Aderina. Sejak diteguhkan sbg Pnt sekitar 9 thn Hadi melayani di GKI Banyuwangi. Selain buah-buah dlm pelayanan, buah dlm keluargapun sungguh nyata. Pasutri Hadi-Maria dikaruniai dua org anak: Adetya Krisnanda (1998) dan Valentio Krisnanda (1999). Pdt. Setyahadi lalu mutasi ke GKI Kutisari Indah Sby, diteguhkan tgl 10 Sep 2001. Setelah sekitar 18 thn melayani Jemaat GKI Kutisari, thn 2019 Pdt Hadi mutasi ke GKI Emaus dan melayani di sana smp skr ini. Lengkap sdh 3 Klasis di GKI SW Jatim dijelajahi: Dr Klasis Banyuwangi ke Klasis Madiun dan skr Klasis Bojonegoro. Sepanjang masa pelayanannya smp skr ini Pdt Setyahadi juga aktif melayani di berbagai ruang lingkup gereja yg lebih luas. Sekarang ia menjadi Ketua Bidang SDM di BPMS GKI. Dlm SG-GKI hari Jumat 9 Juli 2021 kita akan ditemani Pdt Setyahadi yg motto pelayanannya “Melayani penuh waktu, penuh hati, dengan gembira”. (Bahan intro dr Pdt Hadi, diringkas dan dikemas ulang oleh RN)
Ini tautannya:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *