Awalnya adl Pers Doa di asrama Sekolah Guru B yg dikoordinir Sdr.RS Dwidjo Asmoro & Keluarga bersama Ny. Tio Gien Giok, Ny.Tan Tjee Hien, Sdri Evie dan Siane Tio Sun Khiem pd thn 1956, yg kmd pindah ke paviliun milik sdr Tio Sun Khiem. Setelah makin berkembang THKTKH Surabaya dihubungi agar bersedia menjadikan persekutuan di Bojonegoro itu menjadi Cabang Gereja Surabaya. Akhirnya tgl 17 Maret 1957 dilakukan peresmian Cabang Bojonegoro lewat kebaktian yg dipimpin oleh Ds.Oei Liang Bie (Yohanes Obaja). Jemaat makin bertambah dan perlu tempat baru.Setelah pergumulan serius akhirnya thn 1963 diperoleh sebidang tanah di Jl. Rajawali no 2 (skr No 156-158) menjadi tanah hak pakai utk GKI Bojonegoro. Setelah 2 thn pembangunan dpt diselesaikan dan diresmikan lewat kebaktian pd tgl 7 Januari 1965.Awal thn smp pertengahan 1966 GKI Surabaya menugaskan Pdt. Tan Tjoen Sing (J.Roestanta) membimbing dan mempersiapkan Cabang Bojeonegoro menuju ke arah pendewasaan. Puncaknya pd tgl 11 Agustus 1966 diselenggarakanlah kebaktian pendewasaan GKI Surabaya Cabang Bojonegoro menjadi GKI Bojonegoro. Pdt. Tan Tjoen Sing (ayah Pdt.Benaya GKI Wongsodirjan) kemudian menjadi pendeta pertama GKI Bojonegoro.Yang akan menemani kita dlm *SG-GKI hari Selasa 29 Juni 2021 adl Pdt.Iwan Sukmono* yg ditahbiskan di GKI Bojonegoro tgl 1 Des 2008. Pendeta kelahiran Mukiran, Semarang thn 1980 ini menyelesaikan studi teologi di UKDW. Di Bojonegorolah dia bertemu jodoh, dan menikah dng Anita Pusparani tgl 11 Maret 2011. Mereka sudah dikaruniai dua org anak: Feliks dan Sena. Kalau Anda ke Bojonegoro yg punya moto “👍Perbedaan adalah karunia sepanjang masa 👍” jangan lupa nyicipi Sego Buwuhan, Swike, lalu sambil ngopi makan Gethuk Lindri. _*(Bahan intro dari tulisan Pdt.Iwan dan tulisan Pdt.Em. Stefanus Semianta, dituturkan oleh RN)*_Ini tautannya:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *