GKI Menteng Jakarta dikenal sebagai salah satu jemaat Tuhan Yesus yang berdiri di tengah kota metropolitan Jakarta. Jemaat yang berasal dari GKI Kwitang Jakarta ini berdiri sendiri pada tanggal 5 Desember 1965, dengan 30 orang anggota sidi, 2 orang penatua dan 2 orang diaken. (Mumpung sedang proses amandemen Tager-Talak GKI, apa mau diusulkan perubahan syarat jumlah anggota sidi untuk pelembagaan sebuah Jemaat?😊) Kebaktian Minggu menggunakan gedung gereja Punguan Kristen Batak (PKB) Menteng, Jl. HOS Cokroaminoto 96, Jakarta Pusat.

Pendeta pertama GKI Menteng adalah Pdt. A. A. Subana (Liem Tjiauw Liep), yang semula melayani GKI Kwitang. Pdt. A. A. Subana mengakhiri pelayanannya karena kepindahannya ke Nederland pada tahun 1975 dan digantikan oleh Sdr. Daniel Susanto yang memulai pelayanannya pada tanggal 25 Januari 1976. Beliau ditahbiskan sebagai pendeta pada tanggal 6 Juni 1978.

Dalam perkembangannya, jemaat ini pada akhirnya berhasil membangun rumah ibadahnya di Jalan Latuharhary 7, Jakarta Pusat dan mulai dipergunakan sejak tanggal 6 Oktober 1991. Pendeta Daniel Susanto melayani di GKI Menteng sampai memasuki masa emeritasinya pada tanggal 6 Juni 2016. Tak lama berselang, pada tanggal 23 Januari 2017, Sdri. Stella Luciana ditahbiskan dan menjadi pendeta GKI Menteng. (Suaminya adalah Pdt.Winner yang melayani GKI Kelapa Cengkir) Jumlah anggot jemaat GKI Menteng adalah 243 orang. Karena jumlah jemaat yang tidak banyak, maka kekeluargaan sangat terasa dalam jemaat GKI Menteng. Setiap selesai ibadah, diadakan ramah tamah dan makan bersama di ruangan aula gereja.

Jemaat GKI Menteng menyadari kesukarannya untuk mengembangkan jemaat, karena di sekitarnya sudah ada begitu banyak gereja. Itulah sebabnya, jemaat memikirkan untuk membuka pos kebaktian pada tahun 1984 di daerah Kelapa Gading Permai, Jakarta Utara. Akhirnya Pos ini bertumbuh menjadi GKI Kelapa Cengkir.

Pdt.Stella Luciana akan menemani kita dalam SG-GKI Rabu 23 Juni 2021. (Bahan intro dari catatan Pdt Stella, tambahan sedikit dari situs gkiswjateng.org. RN)
Ini tautannya:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *