Bermula dari kegiatan kebaktian para pengajar dan karyawan Kristen dan Katolik di komplek kampus Universitas Indonesia Fakultas Keguruan (skr Universitas Negeri Jakarta) di Jalan Daksinapati Rawamangun di sekitar tahun 1960-an. Kegiatan tersebut kemudian dibawa keluar komplek kampus agar dapat lebih menjangkau warga Kristen lainnya di sekitar Rawamangun. Kala itu wilayah Rawamangun masih daerah pingggiran Jakarta, berupa perkampungan dng pepohonan rimbun dan jalan tanah yg becek di waktu hujan. Ketika jumlah peserta Ibadah Minggu semakin banyak, Ibadah pun berpindah, meminjam ruang kelas di sebuah sekolah swasta umum di Jalan Pinang, Rawamangun dng pembinaan dilakukan oleh GKI Kwitang. Hingga kemudian salah seorang anggota jemaat GKI Kwitang, Ibu Simon, memberikan rumahnya di gang Belanak, Rawamangun, untuk dijadikan gedung Ibadah bagi GKI Kwitang bakal jemaat Rawamangun. Jumlah anggota jemaat bertambah dan pelayanan jemaat semakin berkembang hingga pada *12 Desember 1978, GKI Kwitang bakal jemaat Rawamangun, dilembagakan menjadi GKI Rawamangun*. Dng berkat dan pertolongan Tuhan, jemaat yg masih muda belia ini mengadakan lahan dan bangunan baru dng luas hampir 3 kali lipat dari gedung GKI Rawamangun di gang Belanak. Lahan baru itu terletak di pinggir jalan besar, yakni Jalan Tenggiri no. 5A, yg menjadi akses jalan utama dari sisi utara Terminal Bus Rawamangun menuju komplek perumahan warga di sekitarnya. Kini GKI Rawamangun Jalan Tenggiri No. 5A, beranggotakan sekitar 560 anggota (baptis dan sidi) . Sejak dilembagakan hingga saat ini, GKI Rawamangun, secara berurutan, dilayani oleh Pdt. Lazarus H. Purwanto sebagai Pendeta pertama dan setelah itu Pdt. Imanuel Noertjahjo Pribadi yg menjalani mutasi dari GKI Banjarnegara (skr keduanya sdh emeritus). Skr GKI Rawamangun dilayani oleh Pdt. M.R. Kurniadi Saragih. Meski jumlah anggota jemaat terbilang tdk banyak, namun jemaat GKI Rawamangun adalah jemaat yg dinamis. Hal itu terlihat, salah satunya dari buah pelayananan berupa pelembagaan 2 jemaat di lingkup Klasis Jakarta 1, yakni GKI Pulomas di Jakarta Timur dan GKI Jatibening Indah di wilayah kota Bekasi pada kurun waktu 1990-an hingga 1996.Yg akan menemani kita dlm *SG-GKI Sabtu 19 Juni 2021 adl pdt yg sdh jadi martua sekalipun blm punya menantu, yaitu Pdt. Martua Risman Kurniadi Saragih*. _*(Bahan intro dari catatan Pdt. Kurniadi, dlm situs gkiswjateng.org belum ada info ttg GKI Rawamangun, jadi catatan Pdt.Kurniadi ini sangat berharga. Diedit sedikit oleh RN)*_Ini tautannya::

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *