GKI Mojokerto dan Pdt.Samuel Dian Pramana sdh pernah kita jumpai dlm SG-GKI tgl 1 Jan 2021. Mari kita lihat info tambahan spt dituturkan oleh *Pdt.Samuel D.P. yg akan menemani kita dlm SG-GKI Jumat 4 Juni 2021*.GKI Mojokerto mrpk salah satu jemaat tertua di GKI Sinwil Jatim krn GKI Mojokerto sdh ada sebelum terbentuknya Sinode GKI Jatim. Keunikan GKI Mojokerto adl memiliki dua gedung gereja yg relatif dekat jaraknya. Ceritanya sekitar thn 1985 GKI Mojokerto mendptkan kesempatan membangun gedung gereja di Jl. Lawu Raya yg mrpk fasilitas umum utk tempat ibadah di Perumahan Wates. Jadi pembangunan gedung gereja di Jl. Lawu Raya sebenarnya lebih didorong oleh pemanfaatan kesempatan yg diberikan, bukan kebutuhan, walaupun saat ini dirasakan jg manfaat gedung gereja di Jl. Lawu Raya krn memiliki kapasitas yg lebih besar dibandingkan gedung gereja di Jl. Gajahmada. Anggota jemaat di GKI Mojokerto dpt dikatakan majemuk krn terdiri dari beragam etnis dan profesi. Dr segi jumlah, tdk ada kelompok tertentu yg bersifat dominan. Kemajemukan tersebut yg membuat kehidupan bergereja menjadi dinamis. Selama masa pandemi Covid-19, kegiatan gereja lebih banyak dilakukan scr daring. Namun bukan berarti mengabaikan kebutuhan sapaan pd anggota jemaat. Upaya menjaga relasi dng anggota jemaat tetap dilakukan dng berbagai program yg bertujuan membangun komunikasi guna menjawab kebutuhan jemaat. Kegiatan kesaksian dan pelayanan jg tetap dilaksanakan melalui berbagai kegiatan sosial utk jemaat maupun masyarakat.Pdt. Samuel Dian Pramana lahir di Semarang. Lulus studi S1 Fakultas Teologia UKDW Yogyakarta pd tahun 2006. Ditahbiskan sbg pendeta di GKI Mojokerto tgl 27 Januari 2014. Menikah dng Lady Diana Angelica Tanos dan dikaruniai 2 orang putra, yaitu Galen Kornelius Irving dan Given Giandra Irving. Pdt. Samuel Dian Pramana memiliki konsen pelayanan utk pemberdayaan ekonomi jemaat, hal ini mungkin krn latar belakang di dunia bisnis yg pernah ditekuni sebelum menjadi pendeta. Kerinduan supaya anggota jemaat dan masyarakat dpt memiliki kesejahteraan ekonomi lebih baik, yg scr tdk langsung dpt berdampak juga bagi kehidupan bergereja dan bermasyarakat. Hal ini sesuai dng panggilan gereja utk dpt mewujudkan kesejahteraan kota di mana gereja itu berada. Ini tautannya:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *