Pria kelahiran Kutoarjo 2 Juni 1957 ini bernama Johannes Dharmawan. Dia anak bungsu dari 4 bersaudara yg semuanya laki-laki. Ketika dia berusia 2 thn keluatga mrk pindah ke Solo krn bpk Nio Djoen Tjwan, ayahanda terkasih yg adl seorg Guru Injil, dipanggil untuk melayani di GKI Coyudan Solo. Tetapi sayg sekali, ayahanda meninggal dunia di usia muda meninggalkan ibunda yg juga masih muda dng 4 anak yg masih kecil. Beberapa tahun kemudian, mrk sekeluarga pindah ke Yogyakarta. Johannes menyelesaikan SMA di Yogyakarta, kmd melanjutkan kuliah di Fakultas Teknik Sipil UNS Sebelas Maret Solo. Setelah selesai kuliah pd thn 1984, dia merasa terpanggil utk melayani Tuhan dan jemaat-Nya, krn itulah dia studi di Seminari Alkitab Asia Tenggara (SAAT) Malang. Setelah selesai kuliah, Johannes dipanggil utk melayani jemaat GKI Pajajaran Magelang. Dan pd tgl 16 Februari 1994, dia ditahbiskan menjadi pendeta jemaat dng basis pelayanan di GKI Pajajaran Magelang. Di kota Magelang inilah, Tuhan mempertemukan dia dng Sandra Wirabrata, yg kemudian berlanjut ke jenjang pernikahan. Peneguhan dan pemberkatan pernikahan mrk dilayankan oleh Pdt. Adi Christianto (sudah almarhum) yg tanggal 1 Maret 2000. Dan tgl 20 Desember 2000 Tuhan mengaruniakan kpd mrk seorang putri yg diberi nama Celine Aurelia Dharmawan. Thn 2001, Pdt.Johanes menerima panggilan untuk melayani sbg pendeta jemaat di GKI Pregolan Bunder Surabaya, dan diteguhkan tgl 18 April 2001. Semasa di GKI PregBun inilah Majelis Jemaat memberi kesempatan kpdnya utk menempuh program Master of Ministry dari FT-UKDW Yogyakarta yg waktu itu membuka kelas ekstensi di Surabaya. Bagi Pdt Johannes Program Master of Ministry ini sangat membekali pelayanannya smp dia memasuki masa emeritasi pd tgl 21 Agustus 2017. Pelayanan beliau selama ini, khususnya setelah emeritus, lebih konsen bg warga usia lanjut /Komisi Senior dan kelompok Pemahaman Alkitab, yg di masa pandemi ini dilangsungkan via zoom meeting. (Bahan introduksi dari catatan Pdt.Johannes dan ditulis ulang oleh RN yg sekalipun belum emeritus tp “menang tua” dari Pdt.Em.Johannes krn Pdt.Johannes belum punya cucu).


Ini tautannya:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *