GKI Batu terletak di kota apel; Kota Batu. Jadi apel Malang yang terkenal itu berasal dari Kota Batu yang dulunya memang salah satu kecamatan dari Kabupaten Malang _*(Cuma namanya memang lebih enak Apel Malang, kalo Apel Batu rada gimana gitu. Bayangkan kita bertamu dan disuguhi apel, lalu tuan rumah bilang: “Monggo diicip apel batu nya”)*_. Kota Batu juga terkenal sebagai kota yang berhawa dingin, karena itu cocok untuk ngadem. Sambil ngadem menikmati kuliner aneka makanan ketan, sate kelinci atau STMJ. Sekarang Kota Batu menjelma menjadi kota wisata dan menjadi salah satu ikon kota wisata di Jawa Timur. Di kota inilah pd thn 1965, lima hari sebelum peristiwa G30S, dilaksanakan kebaktian perdana GKI Malang Pos PI Batu. Perintisnya adalah keluarga Jusuf Kristiaman bersama keluarga Kariadi Boentaran dan keluarga Tjioe Hong Liem. Setelah GKI Malang “dikembangbiakkan” menjadi GKI Bromo dan GKI Tumapel, maka Pos PI Batu menjadi cabang dari GKI Bromo. Tgl 27 November 1995, GKI Bromo cabang Batu didewasakan menjadi Jemaat GKI Batu. Mula-mula Jemaat ini dilayani oleh Pdt.Josafat Kristono yg sdh mutasi pelayanan ke GKI Dipo. Skr yg melayani GKI Batu adl *Pdt. Dwi Santoso*. Dia ditahbiskan di GKI Batu tgl 29 April 2013. Jumlah anggota jemaat menurut BI-GKI 2020 adl 322 org, tp menurut Pdt.Dwi jumlahnya skr tercatat 439 org. Dlm pelayanannya Pdt.Dwi didukung oleh istri terkasih, Dewi Artha dan putra mrk, Damario Santoso. Pdt yg aktif di berbagai organisasi gerejawi dan lintas iman ini kembali akan menemani kita dlm *SG-GKI hari Selasa, 20 April 2021*. _*(Introduksi dari catatan Pdt.Dwi, dikemas oleh Ronny N.)*_

Ini tautannya:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *