Sie Djin Koei adl komik bersambung di Majalah Star Weekly, Agustus 1955-Februari 1960 ttg kepahlawanan seorang jendral dinasti Tang di Tiongkok. Tdk ada hubungan keluarga dng Sie Djin Koei, tp GKI Boyolali punya hubungan erat dng org-org marga Sie. Yg pertama adl Sie Djian Ting. Putra Boyolali ini terpanggil untuk mengadakan kebaktian bagi orang-orang Tionghoa yg bukan penganut aliran kharismatik atau Katolik. Awal tahun 1966, gagasan tersebut disampaikan kepda Bapak B. Soemarto yg pada saat itu menjadi guru injil GKJ Boyolali. Kerinduan itu disambut baik, April 1966, Majelis Jemaat GKJ Boyolali membuka kebaktian pada sore hari jam 17.00 dengan menggunakan bahasan Indonesia, karena tujuannya untuk melayani orang Kristen Tionghoa. Sehubungan dng rencana kepindahan bpk Soemarto, maka beliau bersama bpk Sie Djian Ting mengadakan pendekatan dengan Majelis Jemaat GKI Sangkrah Solo, tujuan untuk membicarakan pelayanan bagi orang Kristen di Boyolali. Disepakatilah bhw GKI Sangkrah akan melanjutkan pelayanan tersebut dan membuka Pos PI di Boyolali. Kegiatan Pos PI tsb diselenggarakan di rumah keluarga bpk. Sie Djian Lik. Thn 1984/1985 statusnya ditingkatkan menjadi GKI Cabang Boyolali. Thn 1987 nama GKI Sangkrah Cabang Boyolali diubah menjadi GKI Sangkrah Bajem Boyolali. Thn 1988 jemaat berhasil membeli sebidang tanah di wilayah Singorejan dan dilanjutkan dng pembangunan gedung gereja. Tgl 21 November 1989, gedung gerja baru diresmikan. Tgl 20 Maret 1996, Sdr. Agus Wiyanto ditahbiskan menjadi Pendeta GKI Sangkrah dng tugas khusus untuk menggembalakan jemaat di Bajem Boyolali. Setelah perjalanan yg cukup panjang GKI Sangkrah Bajem Boyolali didewasakan menjadi Jemaat GKI Boyolali pd tgl 21 November 2003. Dlm SG-GKI hari Sabtu 17 April 2021 kita akan ditemani oleh Pdt. Tunggul Barkat Gumelar dari GKI Boyolali yg jumlah anggotanya menurut BI-GKI 2020 adl 283 org. Kalau Anda mampir, dng senang hati Pdt.Tunggul menemani nyicip soto Mbok Giyem, tahu susu, jenang pecel dkk. (Bahan diambil dari situs gkiswjateng, diolah oleh Ronny N.)
Ini tautannya:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *