Pendeta emeritus yg satu ini kalau ketemu saya ya mesti manggilnya ko Ronny, krn memang dia lebih muda sedikit dari saya. Netje begitu biasa saya dan orang-orang yg dekat dng dia memanggilnya. Nama lengkapnya Anthoinette Engeline Soplantila _*(Jadi kalau makan bareng Pdt. Anthoinette jangan suka nawarin “Ibu mau pesan sop apa?” sebab jawabannya akan nyusahin yg nanya)*_. Dia menempuh pendidikan teologi di STT Jakarta pd thn 1981 -1986. Semasa studi dia tertarik pd masalah-masalah patologi sosial dalam masyarakat, sehngga saat menulis skripsi dia mengambil etika dan menjadikan lokalisasi Kramat Tunggak sebagai sampel. “Mereka bukan sampah” itulah judul skripsi yg ditulisnya, sebuah tinjauan etis theologis terhadap pelacuran. Thn 1988 dia mulai melayani di GKI Gunung Sahari, Jakarta, ditahbiskan tanggal 5 Feb 1989. Di Gunung Sahari inilah alm Pdt Lukito Handoyo memberi nama baru kepadanya, yaitu Annette. Kenapa? Krn rupanya banyak org mulai ikut memanggil pendeta yg satu ini dng panggilan Pendeta Netje _*(Siapa suruh punya nama susah disebut, ngga sama yg tertulis dng membacanya. Ayo siapa yg tahu pelafalan yg benar nama Anthoinette?)*_ Padahal akhiran “tje” kalo holland sprechen artinya “kecil” (sebetulnya sih semacam panggilan kesayangan gityu). Mungkin Pdt.Lukito kuatir kalau dipanggil Netje terus jadi kurang hormat pada sang pendeta. _*(padahal Pdt.Annette postur tubuhnya memang “tje”)*_. Thn 1992, Pdt.Anthoinette menikah dng Surya Winata (guru, kemudian kepala sekolah di BPK PENABUR). Mrk dikaruniai seorg putri bernama Adeline Immanuella Winata. Pdt.Anthoinette menempuh studi S2 di Universitas Indonesia jurusan Psikologi Terapan (thn 2000-2003). Minatnya konsisten pd patologi masyarakat, kali ini berfokus pd resolusi konflk. Maklum pada waktu itu konflik di Ambon dan juga di Poso sedang menghangat. Dia belajar bgmn menangani konflik dari segi psikologi terutama kpd korban-korban kekerasan. Pdt.Annette meyakini bhw pendidikan multikultural sebagai salah satu usaha untuk menekan konflik sangat diperlukan. Maka tugas akhir yg digarapnya adl suatu studi pendidikan multikultural bagi siswa SMP. (Sampelnya: SMP Muhamadyah, Taman Siswa yg mewakili siswa pribumi & beragama Islam serta SMPK PENABUR yg mewakli siswa non pri & beragama Kristen), tesisnya berjudul “Kita Memang Berbeda”. Pdt.Anthoinette diemeritasikan thn 2009 krn pertimbangan kesehatannya. Bersyukur beliau cukup sehat utk menemani kita dlm SG-GKI hari Senin, 12 April 2021. _*(sumber introduksi dari cerita Pdt.Em. Anhoinette yg diceritakan ulang oleh Ronny N.)*_

Ini tautannya:

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *