GKI Kwitang dikenal sbg Indonesia mini, sebab anggota jemaat GKI Kwitang terdiri dr berbagai suku bangsa yg ada di Indonesia. Sebelum menjadi spt skr ini, GKI Kwitang telah meniti perjalanan panjang sbg persekutuan gereja. Berawal dr ibadah pertama pd tgl 7 Agustus 1874 dlm bahasa Belanda. Ibadah tersebut masih berada di bawah naungan Chistelijk Gereformeerd Kerk van Batavia. Tiga tahun setelah itu, tepatnya tgl 17 Juli 1877, persekutuan jemaat itu diresmikan menjadi Gereja Gereformeerd Kwitang. Saat itu Gereja Gereformeerd Kwitang beranggotakan orang-orang Eropa, Jawa, Ambon dan Tionghoa yg ada di Batavia. _*Dlm kegiatan peribadahan secara khusus ada persekutuan dlm bahasa Melayu.*_ Seiring dng dikumandangkannya Sumpah Pemuda tgl 28 Oktober 1928, maka pimpinan Gereja Gereformeerd Kwitang saat itu berusaha agar terjadi juga gerakan nasionalisme di Jemaat. Oleh karena itu, dlm waktu yg tidak terlalu lama, tepatnya pd tgl 11 Agustus 1929, _*jemaat Kwitang yg berbahasa Melayu*_ secara resmi di tetapkan sbg Gereja Gereformeerd Melayu Kwitang atau Gereja Melayu Kwitang. Titik pijak menjadi Indonesia inilah yg kemudian ditetapkan jg sbg hari lahirnya GKI Kwitang, meski sejarah perjalanan bergereja sudah terjadi sejak 1874.

Pd dekade 1930-an, Gereja Melayu Kwitang bergabung ke Tiong Hoa Kie Tok Kauw Hwe (THKTKH) Classis Djogja karena kesamaan asas Presbiterial yg dianut. Tercatat bahwa dlm Sidang I Classis Djogja di Gedung Tiong Hoa Kie Tok Kauw Hwe (THKTKH) Djogjakarta tgl 21 Mei 1936, utusan dr Gereja Melayu Kwitang ikut menjadi peserta persidangan. Dlm Persidangan THKTKH Klasis Semarang ke XIV tgl 20-22 September 1955 di Blora, Gereja Melayu Kwitang melalui utusannya mengusulkan penggantian nama gereja dng menghilangkan kata Tionghoa. Selanjutnya dlm Sidang Sinode VI tgl 17-20 September 1956 di Purwokerto diputuskan penggantian nama Gereja. Gereja-gereja yg tergabung dlm Sinode Gereja Gereformeerd Indonesia (GGI) diganti menjadi Gereja Kristen Indonesia (GKI). THKTKH Jawa Tengah berubah menjadi GKI Jawa Tengah. dng demikian Gereja Melayu Kwitang berubah nama menjadi GKI Kwitang. Saat ini GKI Kwitang beralamat di Jalan Kwitang Raya no. 28 Jakarta Pusat. Lingkup pelayanan GKI Kwitang meliputi wilayah Jawa Barat dan DKI Jakarta. GKI Kwitang mempunyai 1 (Bakal Jemaat), yaitu Bakal Jemaat Cililitan (hanya menunggu peresmian); serta 5 (lima) Pos Jemaat, yaitu: Pos Jemaat Wismajaya (Bekasi), Pos Jemaat Sindangkarsa (Depok), Pos Jemaat Cendrawasih – Tanah Abang (Jakarta Pusat), Pos Jemaat Tegal Alur (Jakarta Barat), dan Pos Jemaat Kapuk Muara (Jakarta Barat). GKI Kwitang merupakan satu-satunya GKI yg lokasinya terletak di antara 2 (dua) buah gunung, yaitu: Gunung Mulia dan Gunung Agung (keduanya adalah toko buku – semoga kedua toko buku ini tetap eksis, sehingga lokasi GKI Kwitang yg unik ini juga tetap terjaga – semoga!).

_*SG-GKI hari Jumat 26 Maret 2021 akan dilayankan oleh Pdt. Guruh Jatmiko Septavianus dr GKI Kwitang yg menurut BI-GKI 2020 jumlah anggotanya ada sebanyak 7555 org. (Introduksi ini disiapkan oleh Pdt.Guruh, sedikit tambahan bagian tercetak miring oleh RN)*_

Ini tautannya:

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *