Berbicara mengenai asal-usul GKI Anugerah maka tdk boleh dilupakan keterkaitannya dng THKTKH Bandung yg sekarang dikenal sbg GKI Kebonjati. Dlm tubuh THKTKH Bandung ada kelompok orang Kristen dari kalangan Tionghoa Totok, di dlmnya ada kelompok berdialek Hokchia ada yg berdialek Hokkien. Krn kerinduan utk beribadah dlm bhs ibu, tgl 8 Des 1949 mereka mendirikan _*Stichting Chinese Christian Church*_. Dlm perkembangannya, jemaat yg berdialek *Hokchia inilah yg menjadi GKI Anugerah* sementara jemaat yg berdialek Hokkien menjadi GKI Hok ImTong (sekarang GII Hok Im Tong). Semenjak bergabung dng Sinode GKI Jawa Barat pada 2 Desember 1958, Jemaat ini tetap menggunakan nama _Chinese Christian Church_. Setelah hampir 20 thn berpindah-pindah dng meminjam gedung gereja yg lain, Tuhan melimpahkan anugerah-Nya. Bulan Juni 1968 Jemaat berhasil membeli tanah dan bangunan di Gg. Irsad No. 5. Sbg rasa syukur atas anugerah Tuhan yg telah mengaruniakan sebidang tanah serta bangunan maka Jemaat ini berubah nama menjadi *GKI Anugerah*. 1 Agustus 1969 dilaksanakan upacara peletakan batu pertama mengawali proses renovasi total bangunan yg ada menjadi gedung gereja. Akhirnya pada tgl 10 Juni 1970 dpt dilakukan peresmian gedung GKI Anugerah. Thn 2002 tempat Ibadah GKI Anugerah dpt diperluas hingga sekarang beralamat di Jl. Jend. Sudirman 193-197 Bandung. Pd tgl 13 Agustus 1970 dlm Persidangan Majelis Sinode GKI Jawa Barat yg diadakan di jemaat Anugerah Bandung, pembentukan GKI Klasis Priangan. GKI Anugerah adalah salah satu dari 6 jemaat pertama GKI Klasis Priangan yg berlatar belakang Mandarin. Tuhan juga memperluas pelayanan GKI Anugerah di bidang pendidikan dng mendirikan Sekolah Gamaliel yg sekarang berjenjang pra sekolah sampai SMA. Sekarang GKI Anugerah menaungi 2 Bajem (GKI Anugerah Bajem TKI dan GKI Anugerah Bajem Sutami) serta 1 PosJem Sumedang. Yg akan menemani kita dlm *SG-GKI hari Kamis, 25 Maret 2021 adl Pdt.Cenglyson Tjajadi* yg ditahbiskan di GKI Anugerah pd tgl 9 Juni 2014. Jadi ya cenglie lah kalau Anda ke GKI Anugerah lalu ditraktir pendeta yg satu ini berwisata kuliner ke Cibadak dan menengok pusat per-B2-an Sudirman Street, kalau beliau menolak maka di depan namanya kita tambahkan kata _*bo*_ . _*(sumber informasi dari buku 70 thn GKI Anugerah, Pdt.Cenglyson, dan konfirmasi dari Pnt.Lili Junaedi, diolah oleh RN)*_

Ini tautannya:

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *