Tdk spt GKI Jatim pd umumnya yg lahir dari Tiong Hoa Kie Tok Kauw Hwee, GKI Pregolan Bunder lahir dari sebuah keputusan yg diambil tahun 1878 oleh komisi Pekabaran Injil Gereformeede di Nederland (Chrisjtelijk Gereformeede Zendings Commissie) yg mengutus seorg penginjil bernama Abraham Delfos ke Sumatra Barat (Padang). Akan ttp krn ada sejumlah jemaat (org Belanda) di Surabaya yg meminta pelayanan, maka pd tahun 1880 Abraham Delfos brkt ke Surabaya dan tiba bln Januari 1881 di Surabaya. Tempat dimulainya ibadah adl di Nieuw Hollandstraat (skr jalan Kalisosok). Dan pd tanggal 11 September 1881 berdirilah Jemaat yg kemudian disebut Gereja Gereformeerd Surabaya (GGS) yg kemudian akhirnya menjadi GKI Pregolan Bunder melalui sebuah kebaktian ulang tahun gereja pd tanggal 11 September 1987 (ulang tahun gereja ke 106). Pd tahun 1914 Majelis Gereja GGS memutuskan utk memindahkan tempat kebaktian ke tengah kota. Maka dipilihlah jalan Pregolan Bunder 34-36 spt yg sekarang ini. Ttp pembangunan tdk berjalan dng lancar, krn terjadi krisis dunia akibat Perang Dunia I (1914–1918), ttp akhirnya selesai juga dan diresmikan pd tahun 1921 Namun justru krn krisis itulah mk terjadi perubahan bentuk bangunan menjadi spt yg sekarang ini, di mana hal ini justru menjadi berkat. Bentuk arsitektur yg unik ini menjadikan GKI Pregolan Bunder dikenal dng sebutan “Gereja Masjid,” krn penampakan fisiknya memang spt masjid. Bahkan ada kesaksian dari seorg mantan Majelis GGS yg “salah masuk masjid” dan akhirnya menjadi org Kristen. Dng umur dan keunikan arsitekturnya, maka GKI Pregolan Bunder akhirnya dijadikan salah satu cagar budaya golongan C. Dua keunikan yg menonjol selain gaya arsitekturnya adalah denah gereja yg berbentuk salib dan sistem akustik yg luar biasa shg suara pengkotbah di mimbar tanpa pengeras suara bisa terdengar di seluruh ruangan.
Penginjilan yg menjadi fokus utama GGS terus dilakukan di tengah bermacam-macam pergumulan yg tidak mudah. Dari semangat penginjilan itulah akhirnya muncul buah-buah yg manis, spt GKI Gresik, GKI Bendul Merisi, GKI Darmo Satelit, GKI Manyar dan terakhir GKI Wiyung (didirikan bersama dng GKI Emaus dan GKI Darmo Satelit). Skr ini GKI Pregolan Bunder “hanya” mempunyai 1 pos PI, yaitu di daerah Benowo yg baru diresmikan sbg pos pd tanggal 21 Pebruari 2021. Jumlah anggota jemaat GKI Pregolan Bunder saat ini sekitar 2400 org.

Dlm *SG-GKI hari Selasa 23 Maret 2021 kita akan ditemani oleh Pdt.Em.Agus Surjanto yg sejak ditahbiskan sampai emeritasi melayani di GKI PregBun*. Mari kita sekilas berkenalan dng beliau. Ini penuturan Pdt.Em. Agus Surjanto: _”Saya masuk SAAT Malang tahun 1988 dalam kondisi sudah berkeluarga dng 2 anak yg masih sekolah SD. Keterlibatan saya di GKI Pregolan Bunder dimulai ketika thn 1992 saya diutus oleh SAAT Malang sbg mahasiswa praktek 1 tahun di GKI Pregolan Bunder. Dalam pergumulan utk kelanjutan pelayanan, setelah banyak berdoa dan begumul, kami sekeluarga akhirnya memutuskan utk menerima panggilan GKI Pregolan Bunder dan saya ditahbiskan jadi pendeta pd tanggal 1 April 1997. Saya memasuki Emeritasi pd tahun 2011. Minat pelayanan khusus saya adalah keluarga, krn itulah saya kemudian mengusulkan dibentuk Kelompok Bina Keluarga (KBK). Sekarang disebut Familyn Care Grup (FCG).”_ _*(Introduksi ini disiapkan oleh Pdt.Em.Agus Surjanto. Sedikit penyesuaian oleh RN)*_
Ini tautannya:

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *