Pekabaran Injil (PI) di Lasem, pd thn 1948/1949 dilakukan oleh Sdr. Liem Thiam Ik, seorg pengerja dr THKTKH Blora atau Gereja Kristen Tionghoa di Blora, dng melakukan perkunjungan ke rumah _(huisbezoek)_. Kumpulan-kumpulan (pertemuan doa dan pembacaan firman) sifatnya tidak tetap dan dilakukan bukan hari Minggu di rumah keluarga Sdr. Go Swie Tjhiang, yg adalah anggota THKTKH Jogjakarta, namun tinggal di Lasem. Kmd PI dilanjutkan oleh Sdr. Liem Thiam Ling, jg pengerja dr Blora. Setelah mendpt persetujuan dr THKTKH Blora, maka mulai November 1950 Sdr. Liem Thiam Ling resmi menjadi guru Injil THKTKH Salatiga, berkedudukan di Juwana dan mengerjakan PI di Rembang dan Juwana, serta bila mungkin di Lasem. Oleh THKTKH Blora, secara resmi PI di Rembang, Juwana dan Lasem pd tgl 18 Desember 1950 diserahkan kpd THKTKH Salatiga di mana Ds Tan Ik Hay menjadi pendeta. Selama itu PI di Lasem mengalami banyak kesulitan, karena penduduk Lasem terkenal kolot, kebaktian sering gagal karena yg datang hanya 2 org saja. Baru mulai Juli 1952, kebaktian diadakan tiap Minggu sore pukul 17.00, dng rata-rata pengunjung 8 org. Sekalipun perkembangannya sangat lambat, namun pekerjaan PI tetap berjalan terus dan semangat utk mengabarkan Injil terus meluap. Perjamuan Kudus pertama diadakan pd tgl 5 Desember 1954. Mulai 3 Juni 1955, kebaktian diadakan di rumah Sdr. Go Swie Tjhiang, Jl. Dasun no. 21, Lasem. Kebaktian dpt berjalan dng teratur, yaitu tiap hari Minggu pukul 17.00 dan dihadiri sekitar 18 org. Baptisan pertama terjadi pd tgl 11 April 1955 atas diri Sdr. Ny. The Tiap Siem yg menderita sakit. Pd hari itu jg dilayankan Perjamuan Kudus oleh Ds. Tan Ik Hay. Pd tgl 21 April 1955, Sdr. Tan Gwan Bing sekeluarga (istri dan 6 anak) menerima baptisan kudus. Mulai tgl 9 Oktober 1955, tempat kebaktian pindah di Jl. Raya 50, Lasem. (*di mana gedung GKI Lasem smp sekarang berada*) _Peristiwa yg perlu dicatat adl bbrp hari sebelumnya ternyata terjadi kebakaran di rumah keluarga Go Swie Tjhiang yg selama itu digunakan utk kebaktian. Anehnya bagian rumah yg biasa dipakai utk kebaktian terhindar dr kehancuran meskipun api pd waktu itu sudah mengelilinginya._ Mulai 24 Mei 1960 pelayanan jemaat di Juwana, Rembang & Lasem diserahkan kepd THKTKH Pandanaran Semarang (sekarang GKI Karangsaru Semarang). Pd tgl 12 Oktober 1965, bertempat di Gereja Protestan di Taman Kartini Rembang, diadakan Kebaktian Pendewasaan Jemaat ini dng nama jemaat GKI Rembang-Lasem. Agar jemaat lebih berkembang dlm persidangan klasis Semarang ke-35 tgl 2 Agustus 1971 disepakati bahwa GKI Rembang dan GKI Lasem berdiri sendiri-sendiri. Pelaksanaannya dilakukan pd 13 Agustus 1971 dlm kebaktian di Rembang. Dan Bajem Juwana memilih menjadi cabang GKI Lasem. Silih berganti bbrp pendeta melayani sbg pendeta Jemaat GKI Lasem. Saat ini GKI Lasem dilayani oleh Pdt. Imanuel Budidharma yg ditahbiskan menjadi pdt GKI dng basis pelayanan Jemaat GKI Lasem pd tgl 30 Juni 2010. Pdt.Imanuel akan menemani kita dlm SG-GKI hari Sabtu 13 Maret 2021. Makanan khas daerah Lasem adalah lontong tuyuhan. Jangan lupa beli batik khas Lasem yaitu batik 3 negeri. _*(RN)*_

Ini tautannya:

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *