Dalam SG-GKI hari *Selasa, 9 Maret 2021 kita akan ditemani oleh Pdt.Em. Sutedjo*. Ini penuturan beliau tentang sekilas riwayat pelayanannya:

_”Pada tahun 1974 saya dipanggil Majelis Jemaat GKI Ngagel untuk pelayanan. Saat itu saya sedang melayani di Weleri dan Plelen (GKI Karangsaru Semarang). GKI Ngagel mendapat warisan dari Badan Kerjasama Lima GKI Surabaya yaitu untuk mengasuh cabang Krian. Saya menyanggupinya karena memang itu yang saya minta dari Tuhan yaitu ingin melayani di Surabaya dan hanya di pinggirannya saja. Saya diteguhkan sebagai tua-tua tugas khusus pada tahun 1975 dan ditempatkan di Krian (kota kecamatan kabupaten Sidoarjo). Pada tahun 1977 saya ditahbiskan sebagai pendeta GKI Ngagel dan ditempatkan di cabang Krian. Apabila ada rapat-rapat maka saya dan tua-tua harus berangkat naik kendaraan umum dan pulang sudah pk. 12 malam, kadang lebih. Romantika dan dinamika pelayanan cukup membuat tantangan. Saya pegang filosofi Jawa: ‘Lakon iku menang mburi’. *(kalo kaga ngarti ngaku aja, terus berdoa dan cari di google)* Setelah empat tahun di Krian saya ditarik ke Surabaya sebab di gereja induk kosong *(maksudnya GKI Ngagel)*. Jadi saya tinggal di Surabaya mulai tahun 1979. Generasi demi generasi saya lewati dengan memahami karakter-karakter yang berbeda, baik itu anggota Majelis Jemaat maupun jemaat. Demikian juga rekan sepelayanan. Pada Oktober 2006 saya memasuki masa emeritasi dan diperpanjang dalam bentuk ikatan pelayanan lanjut selama lima tahun. Saat ini saya tinggal di pastori yang diberikan kepada saya-hanya 2 menit jalan kaki dari GKI Ngagel.”_

 

Ini tautannya:

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *