Brp jauh jarak antara Rotterdam-Belanda dng Cirebon-Jawa Barat? Pokoknya jauh banget. Jarak yg jauh itu tdk menghalangi tersebarnya Injil. Rombongan N.Z.V (Nederlandse Zendings Vereneging) pertama tiba di Tanjung Priok Jakarta pd tgl.5 Januari 1863 untuk mengabarkan Injil kepd orang-orang Jawa dan Sunda. Salah seorang, yaitu Pdt.Van der Linden sempat melayani sekitar 1 tahun di Cirebon lalu digantikan oleh Pdt.A.Dijkstra. Seiring perjalanan waktu pd Zendeling mulai memberi perhatian kpd kalangan Tiong Hoa _*(ngga usah diralat, jaman itu memang nulisnya begitu)*_. Perkembangan kekristenan di kalangan Tiong Hoa Cirebon mulai signifikan ketika Gan Kwee, seorang pekabar Injil dari Amoy,Tiongkok, mulai melakukan pekabaran Injil kepd orang-orang Tiong Hoa di berbagai kota di Jawa Barat termasuk kota Cirebon. Di Cirebon Gan Kwee berjumpa dng Yoe (Yu) Ong Pauw, seorang letnan Tiong Hoa. Yu Ong Pauw bersama dengan anak laki-lakinya, Yu Tjau Tek, kemudian menerima baptisan kudus yang dilayankan oleh Pdt. A.Dijkstra. Yu Ong Pauw mengadakan kumpulan Pekabaran Injil di rumahnya, dan hasilnya cukup menggembirakan, sebab kumpulan tersebut mendapat perhatian dan kunjungan dari orang Tiong Hoa lain yang belum Kristen. Kelompok orang-orang Kristen Tiong Hoa inilah yang kelak menjadi cikal bakal Jamaat Tiong Hoa di Cirebon. Waktu itu _*(entah kapan, yg pasti bukan waktu hujan sore-sore)*_ tiap-tiap kebaktian dihadiri oleh 70-80 orang yang terdiri orang-orang Tiong Hoa maupun orang-orang Jawa dan Sunda. _(Dlm catatan yg diberikan oleh Pdt.Iswanto kpd saya disebutkan bhw)_: pd tgl *18 Oktober 1938*, Jemaat Tiong Hoa dipisahkan dari Jemaat campuran, dan berada di bawah Yayasan yg bernama Chung Hua Chi Tuh Chiao Hui. Jemaatnya sendiri diakui sah oleh Pemerintah Hindia Belanda sbg jemaat _Evangelische Chineesha Gemeente_ dan tgl tersebutlah yg kemudian dipakai sbg peringatan berdirinya GKI Jabar Pengampon. _*[Dari situs gkikebonjati.org, sy menemukan catatan bhw “pd tahun 1934 diadakanlah sebuah pertemuan BKT (Bond Kristen Tionghoa) yg bertempat di Cirebon. Hasil pertemuan ini adalah mengubah gerakan BKT menjadi gerakan mendirikan gereja serikat di seluruh Indonesia yg mencakup jemaat Tionghoa yg dikenal sbg Gereja Serikat Chung Hua Chih Tuh Chiao Hui (CHCTCH). Saya pikir perlu diteliti dan diperjelas apakah thn 1934 kelompok Jemaat Tionghoa Cirebon yg adl bagian dari Jemaat campuran di Cirebon turut dlm pertemuan BKT itu, lalu dari sanalah mengkristal kerinduan utk memisahkan diri dari Jemaat campuran di mana jemaat Tionghoa ini semula menjadi bagiannya]*_ Apapun juga, sejarah mencatat bhw dlm Persidangan pertama Tiong Hoa Kie Tok Kauw Hwee – Khu Hwee West Java (Jawa Barat) yg diadakan pd tgl *12 Nopember 1938* di THKTKH Patekoan Jakarta yg menjadi anggota Khu Hwee THKTKH Jabar adalah: THKTKH Kebonjati Bandung, THKTKH Patekoan Jakarta, THKTKH Senen Jakarta, THKTKH Indramayu, dan *THKTKH Cirebon*. Dlm persidangan THKTKH Khu Hwee Jawa Barat tahun 1958 (29 September – 2 Oktober 1958) di Cirebon disepakati nama THKTKH resmi diganti menjadi Gereja Kristen Indonesia.

*SG-GKI hari Senin, 8 Maret 2021 akan dilayankan oleh Pdt.Iswanto dari GKI Pengampon Cirebon* yg jumlah anggotanya menurut BI-GKI 2020 adl 3059 org. Saya pernah diajak beliau makan siang empal gentong dan sate kambing yg _maknyus_, sarapannya nasi lengko. Pulangnya bawa manisan khas Cirebon (_tuku dewek_). _*(RN)*_

Ini tautannya:

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *