Sahabat yg bukan berasal/domisili di Jatim apakah tahu Mojosari itu letaknya di mana? Mojosari adalah kota kecamatan yg cukup ramai dan strategis, krn dilewati oleh banyak org yg bepergian (baik itu dari Surabaya ke Pacet, atau dari arah barat menuju ke Pulau Dewata Bali). Penduduk di Mojosari sebagian besar berprofesi sebagai pedagang (tidak heran kalau anggota jemaat GKI Mojosari banyak yg berdagang atau berjualan). Selain perdagangan, sekitar 7km dari Mojosari, juga ada salah satu sentra industri dan pabrik terbesar di Jawa Timur: Ngoro Industri Persada (NIP). Di sana ada mis: pabrik Aice, Yakult, sampai pabrik gitar Cort, Squire. Ke arah Pacet atau Trawas, disana ada pabrik Teh Botol Sosro, Beer Bintang dll.

Nah jauh sebelum ada teh botol, sekitar thn 1930-an di Mojosari sdh ada persekutuan org Kristen keturunan Tionghoa. Adanya komunitas ini a.l. terbukti dari laporan berkala yg ditulis oleh Ds H.A.C Hildering yg diutus ke Jawa Timur awal tahun 1930 oleh _Oost Java Zending_ dari _Gereformeerd Kerken in Hersteld Verband_ (Belanda). Beliau menulis bahwa, diluar Surabaya ditemukan 4 kelompok org Kristen Tionghoa. Keempat kelompok itu terdapat di Bangil, Mojokerto, Mojosari dan Malang. Mereka membentuk satu “ikatan”(Bond), Kristen Tionghoa yg dikenal dengan nama Tiong Hoa Kie Tok Kauw Hwee (THKTKH). Tapi selama itu makna ikatan tsb masih terbatas hanya pd forum persidangan yg disebut “Konperensi Kristen Tionghoa”. Perubahan nampak dlm keputusan Konperensi Kristen Tionghoa pd tanggal 26 Juni 1932, yg memutuskan mengubah nama “perkumpulan” menjadi “Gereja”. Gereja yg baru tsb terdiri dari kelompok Bangil, Mojokerto, Mojosari dan Malang. Tgl 31 Juli 1932, di Gereja Kristen Jawa Timur, Talun Malang, Ds H.A.C Hildering meneguhkan empat tua-tua utk gereja yg baru ini: dua dari Malang atas nama Herbert G. Low dan Ny Elizabeth Tjikra dan dua dari Mojosari, masing-masing Lie Liong Biauw dan Sie Ing Swie, waktu itu untuk Bangil belum ada yg dapat diangkat menjadi Tua-tua. Bln September 1933, dlm suatu rapat Majelis Gereja diputuskan, bahwa ke empat kelompok Jemaah Kristen Tionghoa yg merupakan yg “satu Gereja” dan “satu Majelis”, diubah menjadi tiga gereja setempat yg dipersatukan selaku Klasis, atau “Majelis Gereja Besar”. Adapun ketiga gereja setempat itu masing-masing adalah Malang, Bangil (termasuk Surabaya, Mojokerto, Mojosari, Probolinggo, Krasakan) dan Jatiroto (sampai daerah Besuki). Dlm perkembangan selanjutnya GKI Mojokerto lebih dulu didewasakan dan Mojosari menjadi Pos PI lalu Bajem yg diasuh GKI Mojokerto. Mojosari dilembagakan sebagai Jemaat pd tgl 22 Feb 1988. _*Jadi Mojosari adl Jemaat muda tapi sekaligus Gereja tua*_ Jemaat GKI Mojoasari menurut BI-GKI 2020 jumlah anggotanya 277 org. *Pnt.Yonathan Adi Wijaya* yg akan menemani kita dlm *SG-GKI hari Selasa, 2 Maret 2021* adl calon pendeta Jemaat GKI Mojosari.* Menurut Pnt.Yonathan kalau sahabat ke Mojosari hrs nyicipi Rawon Iga Barokah, Lontong Kikil Embong Tengah, Ayam Bakar Madu, dkk. _*(RN)*_

Ini tautannya:

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *