Kalau ditelusuri, konon tahun 1884-an di Jl. Patekoan, yg saat itu menjadi salah satu pusat kota Jakarta, sdh berdiam kelompok etnis Hokkian/Hokkien yg beragama Kristen. Rupanya sebagian dr mrk akhirnya beribadah di gereja yg kemudian menjadi Tiong Hoa Kie Tok Kauw Hwee Patekoan _*(sekarang namanya GKI ….)*_ . Yang pasti pd thn 1930-1940 an di THKTKH Patekoan sdh terdapat kebaktian bahasa Hokkian. Jemaat Patekoan yg berbahasa Hokkian maupun bahasa Indonesia sama-sama bertumbuh pesat shg tempat ibadah tdk mencukupi lagi untuk dipakai bersama. Thn 1948 mulai muncul gagasan dari bbrp anggota jemaat yg berbahasa Hokkian utk mencari tempat ibadah baru. Pd thn 1950 dibuatlah keputusan untuk mencari lahan sbg sarana peribadahan. Utk melaksanakan keputusan itu gereja menugaskan bbrp anggota dari kelompok jemaat berbahasa Hokkian. Atas berkat Tuhan, tgl 29 September 1950, sebidang tanah di Jl. Pinangsia 1 no 18 di beli dan dilakukanlah pembangunan. Thn 1952, pembangunan gedung gereja selesai lalu pd tgl 11 April 1952 bertepatan dng hari Paskah diadakanlah kebaktian perdana di tempat ibadah yg baru ini. GKI Pinangsia yg juga disebut GKI Gloria berada di daerah kota, Glodok Pancoran, seberang stasiun KA Beos. Jemaat yg jumlah anggotanya menurut BI-GKI 2020 berjumlah 728 org ini menyelenggarakan kebaktian dlm bhs Indonesia, bhs Mandarin & bhs Isyarat Tuna Rungu. *Pdt. Tjen Benny yg akan menemani kita dlm SG-GKI hari Kamis, 25 Feb 2021* adl pendeta GKI Pinangsia. Beliau berjanji kalau sahabat ke GKI Pinangsia maka akan diajak wisata kuliner dan jalan-jalan ke daerah Pecinan. _*(jangan lupa minta diajak makan Lomie Pinangsia yg sdh terkenal seantero dunia kang ouw, RN)*_

Ini tautannya:

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *