Dlm era di atas tahun 70-an kita telah melihat bhw cukup banyak Jemaat GKI yg hadir berawal dr Sekolah Minggu. Tp pd jaman Belanda salah satu pendekatan PI adl lewat pendirian sekolah-sekolah. Itu juga yg terjadi di Kebumen. Sekitar tahun 1924 di Kebumen telah hadir Christelijke Hollands Chinese School dan salah seorang gurunya Antheeunisse bersama istrinya melakukan pelayanan kerohanian kpd orang Tionghoa. Dr sana terbentuklah sebuah pos PI. Kelompok ini mengadakan persekutuan dalam bahasa BelanĀ­da di GKJ Kebumen, baru bbrp tahun berikutnya dalam bahasa Melayu dan menginduk ke THKTKH Ngupasan Yogyakarta. Thn 1947 terjadi Agresi Belanda I yang menyebabkan orang-orang Tionghoa mengungsi ke daerah lain. Praktis tak ada lagi orang Tionghoa di Kebumen, shg selama 6 tahun tak ada kebaktian bagi orang Tionghoa. Baru pd bulan Desember 1953 atas prakarsa Sdr. Panudju diadakan kebaktian Natal dan kebaktian ini menjadi awal berkumpulnya kembali jemaat Kebumen setelah masa pengungsian. Kemudian disusul dng kebaktian-kebaktian setiap hari Minggu dan jemaat Kebumen menginduk ke THKTKH Kutoarjo. Tempat kebaktiannya berpindah-pindah. Jemaat Kebumen baru bisa beribadah di tempat yang tetap ketika berhasil membangun rumah ibadahnya di Jl. Kolonel Sugiono 24, Kebumen pd tahun 1967. Kmd pd tahun 1959 jemaat Kebumen menginduk ke jemaat GKI Purworejo begitu pula jemaat Gombong yang sebelumnya menginduk ke GKI Purwokerto. *Pd tgl 7 Pebruari 1980, jemaat GKI Kebumen didewasakan*. Bersamaan dng pendewasaan GKI Kebumen, Bakal Jemaaat Gombong diserahkan pengasuhannya ke GKI Kebumen (smp didewasakan 25 Sept 1990). Yg menemani kita dlm SG-GKI hari *Rabu, 24 Feb 2021 adl Pdt.Maryanto Budi Tanaya* yg ditahbiskan sbg pendeta jemaat GKI Kebumen pd tgl 28 Maret 1994. Kalau sahabat berlibur ke Kebumen, sahabat akan diantar oleh Pdt.Tanaya _*(kalau pas beliau tdk sibuk, tp biasanya sih sibuk banget)*_ ke berbagai destinasi wisata yang sangat menarik a.l : goa Jatijajar, pantai karang bolong, pantai Manganti, waduk Sempor, bukit Hut, geopark Karangsambung. Nah kalau pulang jalan-jalan sahabat lapar maka bisa mencoba Nasi Penggel Kebumen, Soto Tamanwinangun, Yutuk Goreng dkk. _*(diolah dari catatan Pdt.Tanaya dan artikel dlm situs gkiswjateng oleh RN)*_

Ini tautannya:

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *