Kalau sahabat mendengar nama kota Madiun apa yg pertama kali terlintas dlm benak Anda? Kalau saya segera ingat pecel. Tapi kisah kita bukan soal pecel. Tercatat kisahnya berawal tahun 1942 di kota Madiun. Seorang perantau dari Tiongkok bernama Hie Kok Liong menyediakan tempat di rumahnya sbg tempat penyelenggaraan Bidston dan Kebaktian Minggu yg dilayani oleh Pdt. Kolintama Johanes. Persekutuan ini berkembang menjadi “GEREDJA PINKSTER GEMEENTE JEROESALIM ROHANI (KIE TOK KAUW HWEE)”. Akhir tahun 1944 ibadah gereja menjadi makin bercorak kharismatik. Hal ini membuat Hie Kok Liong dan rekan – rekan yg menentang cara ibadah seperti ini meminta Pendeta K. Johanes untuk menghentikan cara – cara ini, namun Pendeta K. Johanes tidak mau. Akhirnya tidak terhindarkan adanya perpecahan gereja. Pendeta K. Johanes diminta mengundurkan diri sehingga gereja menjadi tidak berpendeta. Tetangga Hie Kok Liong menawarkan agar saudaranya, seorang pendeta yg sudah pensiun yg tinggal di Ngerong – Magetan untuk membantu pelayanan gereja, yaitu Pdt. Oei Soei Tiong yg saat itu usianya hampir 70 tahun. Bulan Juni 1945 Pdt.Oei Soei Tiong mulai melayani serta melakukan penataan dan perombakan gereja, antara lain : Nama gereja diganti menjadi Tiong Hoa Kie Tok Kauw Hwee (THKTKH) dng warna ajaran yg beraliran Protestan Reformasi; pengadaan Buku Induk Anggota Gereja (Stamboek) yg mencatat keanggotaan gereja.

Namun baru 9 bulan melayani, beliau meninggal dunia. Pelayanan kemudian dibantu oleh Oei Sioe Djin (s.d. Februari 1947). Pada bulan Mei 1949 THKTKH Madiun diakui sbg gereja anggota Sinode THKTKH Jawa Timur. Sejak saat itu pelayanan gereja dibantu oleh pendeta konsulen, namun GKJW Madiun yg paling sering diminta bantuannya. Ketika terjadi pemisahan antara jemaat berbahasa Tionghoa dng yg berbahasa Indonesia dlm tubuh THKTKH Jawa Timur, maka THKTKH Madiun memilih menjadi bagian dari THKTKH Khu Kwee Jatim Timur Bagian Bahasa Indonesia. Seiring perubahan nama THKTKH Khu Kwee Jawa Timur menjadi Gereja Kristen Indonesia Jawa Timur pd thn 1958, THKTKH Madiun pun menjadi GKI Jatim Madiun. *Pdt.Virgo Tri Septo Anggoro* yg menemani kita dlm SG-GKI hari Jumat 5 Feb 2021 adl pendeta GKI Madiun yg menurut BI-GKI 2020 jumlah anggotanya 291 org. Selain pecel, kulineran khas Madiun lainnya ada sego jotos, pentol corah, lento dkk. _*(sumber riwayat GKI Madiun dari Pdt.Virgo, diolah oleh RN)*_

Ini tautannya: https://youtu.be/PYz7QVHwikE

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *