Selain urusan gudeg, kalau sahabat pernah tinggal di Yogya, pasti sahabat tidak asing dng RS Bethesda. RS Bethesda didirikan oleh Dr. J.G Scheurer, seorang dokter yang diutus oleh Nederlandse Zendingsvereniging berdasarkan Injil Lukas 10:9 yang berbunyi “dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ dan katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat padamu”. Rumah Sakit Bethesda pada awalnya diberi nama Zendingsziekenhuis “Petronella”.  Nama Petronella ini diambil dari nama istri seorang pensiunan pendeta bernama Coeverden Andriani yang memberikan bantuan uang untuk membangun Rumah Sakit. Masyarakat sekitar pada waktu itu mengenal Rumah Sakit “Petronella” dengan nama “Dokter Pitulungan” atau “Dokter Tulung”. Dalam perjalanannya sejak didirikan Rumah Sakit Petronella mengalami pasang surut sesuai dengan dinamika yang terjadi di Indonesia maupun Dunia. Pada masa pendudukan Jepang Rumah Sakit Petronella diambil alih oleh Jepang dan diganti namanya menjadi “Jogjakarta Tjuo Bjoin” pengambil alihan ini mengakhiri nama dan asas Rumah Sakit Petronella sebagai rumah sakit Kristen. Setelah berakhirnya pendudukan Jepang, Rumah Sakit “Jogjakarta Tjuo Bjoin” berhasil dikembalikan ke asasnya yang semula sebagai Rumah Sakit Kristen tetapi diganti namanya menjadi “Roemah Sakit Poesat”. Agar masyarakat umum mengetahui bahwa Rumah Sakit Pusat ini merupakan salah satu rumah sakit pelayanan kasih (Kristen), maka pada tanggal 28 Juni 1950 “Rumah Sakit Pusat” diumumkan sebagai Rumah Sakit Kristen dan namanya diganti menjadi “RUMAH SAKIT BETHESDA”.

 

Pada tahun 2021 ini, RS Bethesda Yogyakarta akan memasuki usia 122 th pelayanannya di Yogyakarta. Menjadi rumah sakit yang memberkati masyarakat dari berbagai kalangan, dan daerah dengan motto “tolong dulu, urusan belakang”. Yang akan menemani kita dalam SG-GKI hari Sabtu 30 Jan 2021 adl *Pdt.Veri Susanto*, Pendeta Tugas Khusus Sinode Wilayah GKI SW Jateng yg melayani sbg pendeta rumah sakit di RS Bethesda. _*(Introduksi ttg RS Bethesda ini disiapkan ole Pdt.Veri. Cuma ditambahi sedikit, RN)*_

Ini tautannya:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *