Letaknya di kaki Gunung Slamet, dekat dengan sarana wisata Baturaden, dikenal sebagai kota tempe kripik, juga tempe mendoan, namanya Purwokerto. Bicara ttg pertumbuhan kekristenan di kalangan keturunan Tionghoa Purwokerto mk tdk dpt dipisahkan dari pelayanan Zending Belanda yg pd thn 1931 mulai mengembangkan pelayanan pendidikan lewat sekolah Maleis Chinese Zendings School. Sekalipun awalnya kurang mendptkan sambutan tp melalui pelayanan pendidikan itulah masyarakat Tionghoa mulai berkenalan dng Injil.

GKI Gatot Subroto Purwokerto _*(bukan yang di Bandung ya)*_ adalah GKI pertama yang ada di kota Purwokerto. Kebaktian pertama diadakan di Jl. Kauman Lama 45 pada hari Senin, tanggal 21 September 1936 pukul 17.00, yang hanya dihadiri oleh 7 orang. Tanggal inilah yang kemudian hari ditetapkan menjadi Hari Jadi Gereja ini. Majelis Jemaat THKTKH Purwokerto yang pertama diben­tuk pada tanggal 11 September 1940. Awal mula misi dari Gereja ini adalah untuk menjangkau dan memberitakan Injil untuk org-org Tionghoa di Purwokerto. Akan tetapi dikemudian hari pelayanan gereja ini meluas bukan saja menjangkau org-org Tionghoa. Dari Gereja inilah kemudian “lahir” Jemaat-jemaat GKI lainnya yg ada di Purwokerto, seperti GKI Suparno (yang sekarang menjadi GKI Martadiredja), GKI Karanglewas, GKI Ajibarang, GKI D.I. Panjaitan dan lainnya. Saat ini GKI Gatot Subroto Purwokerto  mempunyai dua BaJem (di Bumiayu dan di Wangon) serta 1 PosJem (di Kemutug Lor -Baturraden). Menurut BI_GKI 2020 jumlah anggota GKI GatSu Pwkt adl 1424 org. Kalau Anda ke GKI GatSu Purwokerto dan bertemu dng pendeta yang akan menemani kita dalam SG-GKI hari Kamis 21 Jan 2021, yaitu *Pdt. Adon Syukmana* maka Anda tidak akan ragu utk minta ditemani kulineran bersama beliau. _*(introduksi ini disiapkan oleh Pdt, Adon dan di kurang-tambahi oleh RN)*_

Ini tautannya: https://youtu.be/3t9uYgmkSYQ

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *