Wilayah Bandung Utara sejak dulu dikenal sebagai daerah pendidikan terkemuka, karena di sanalah terletak kampus-kampus seperti Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Padjadjaran (Unpad) dan lainnya. Imbas keberadaan kedua perguruan tinggi ini adalah hadirnya mahasiswa dari luar kota, bahkan luar Jawa, yg indekos di sekitar kampus. Tahun 1962, sekitar 15 mahasiswa Kristen dari kampus ITB yg semula melakukan persekutuan di Aula Barat ITB, memindahkan kegiatannya ke Lyceum (sekarang Sekolah Menengah Atas Kristen/SMAK) Jalan Dago 81 (sekarang Jalan Ir.H. Djuanda). Mereka dibimbing oleh Pdt. Dorothy Irene Marx yg saat itu merupakan dosen mata kuliah Etika di ITB dan salah seorang pendeta di GKI Kebonjati. Persekutuan mahasiswa ini terus bertumbuh. Di hari Minggu, sebagian dari mereka mengikuti Kebaktian Pemuda di GKI Kebonjati. Keberadaan para mahasiswa tersebut menggugah kerinduan utk memberikan pelayanan kepd mereka. Pd tahun 1962, GKI Kebonjati – Bandung terpanggil utk melayani wilayah Bandung Utara. Saat itu belum ada gereja protestan yg melayani wilayah tersebut, pdhl wilayah Bandung Utara dinilai sangat potensial utk dikembangkan. Pergumulan inilah yg terus dihayati hingga kini: melayani para pemuda dan intelektual yg sangat potensial utk menjadi saluran berkat Tuhan bagi masyarakat di mana pun kelak mereka Tuhan tempatkan. Setelah melalui pergumulan yg mendalam, pd tgl 6 Januari 1963, pukul 17.00 WIB diselenggarakan kebaktian pembukaan Pos Perkabaran Injil bertempat di ruang kelas I-5E, yg terletak di bagian depan Lyceum. Kmd pos ini didewasakan menjadi Jemaat GKI Juanda dlm kebaktian yg dilangsungkan hari Senin, 18 September 1967, pk.18.00. Nas khotbah diambil dari Matius 5:13-16, “Garam Dunia dan Terang Dunia”. Selanjutnya nas inilah yg menjadi visi GKI “Maulana Yusuf”. Dengan peresmian ini mk Jemaat Juanda resmi menjadi jemaat ke-30 Sinode GKI Jabar. Kebaktian ini pun sekaligus menjadi Kebaktian Pembukaan Persidangan Sinode GKI Jabar ke XXXV, dimana jemaat penyambutnya adalah GKI Kebonjati. Dlm kebaktian itu pula Pdt. Timotius Setiawan Iskandar (Tjioe Tjin Tjwan), yg semula adalah Pendeta Pemuda GKI Kebonjati, diangkat sebagai pendeta GKI Juanda, melalui proses mutasi tanpa Kebaktian Peneguhan lagi _*(mau ditiru? mumpung sedang amandemen Talak GKI nih)*_. Setelah gedung di Jl. Maulana Yusuf 20 diresmikan pd tgl 31 Mei 1988, mulai 5 Juni 1988 Kebaktian Umum pukul 07.00 dan 16.30 di Lyceum dipindahkan ke Jl. Maulana Yusuf. Sejak saat itulah GKI Juanda ”berganti nama” menjadi GKI Maulana Yusuf. Pelayanan utk para pemuda dan intelektual masih menjadi panggilan utama GKI Maulana Yusuf, itulah sebabnya sampai hari ini disebut sebagai Gereja mahasiswa. Jumlah anggota jemaat yg terdaftar kurang lebih 3.500 orang, belum termasuk simpatisan, dengan 4 pendeta aktif dan 2 pendeta emeritus. Jika Anda berkesempatan berkunjung ke kita Bandung, jangan sungkan utk mampir ke GKI Maulana Yusuf, dan jangan lupa juga utk menyicipi seporsi sate Maulana Yusuf yg legendaris itu. _*(nanti sama kasir bilang aja bhw Anda tamu GKI Maulana Yusuf, terus jangan lupa bayar)*_ Dlm SG-GKI hari Rabu, 20 Jan 2021 salah seorg pdt GKI Maulana Yusuf akan menemani kita, yaitu *Pdt.Esther S.Hermanus*. _*(Introduksi ini disiapkan oleh Pdt.Esther, dikotak-katik oleh RN)*_

Ini tautannya: https://youtu.be/hXFXgi5t4k0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *