Pernah makan di “warteg”, warung Tegal? Kata “warteg” seolah sdh menjadi istilah generik utk warung makan kelas menengah ke bawah di pinggir jalan, baik yg berada di kota Tegal maupun di tempat lain, baik yg dikelola oleh org asal Tegal maupun dari daerah lain. Pernah kebaktian di GKI Tegal?Pekabaran Injil di kota Tegal sebenarnya sdh dimulai setidaknya pertengahan abad 19. Pada tahun 1934 Zending Salatiga berhasil membangun gedung gereja di Jl. Kraton Selatan dan dikenal dng sebutan `Gereja Zending’ yg kemudian menjadi Gereja Kristen Jawa Tengah Utara dan kini dikenal dng nama Gereja Kristen Jawa, Jl. dr Sutomo 34. Kendati pada awalnya pekabaran Injil ditujukan kepada org suku Jawa dng bahasa Jawa, namun perkembangan kemudian juga dituju­kan kepada etnis Tionghoa dan suku-suku Indonesia yg lain. Seorg Tionghoa bernama Loe Sien Tjie yg berasal dari desa Cileduk dan dibaptis di Gereja Kristen Cirebon pada tanggal 12 Oktober 1930, pindah ke Tegal. Beliaulah yg meminta, agar guru Injil Madimin Prawirotirto (GKJTU) juga memberitakan Injil kepada masyar­akat Tionghoa.

Dlm perkembangan, jemaat Tegal memperoleh perhatian dari Tiong Hoa Kie Tok Kauw Hwee Semarang _*(lihat edisi tgl 6 Jan 2021)*-. Inilah permulaan keterli­batan jemaat itu dlm kehidupan jemaat di Tegal, ketika pada bulan September 1944 Pdt Liem Siok Hie mengadakan pembicaraan dng Pdt Madimin Prawirotirto dan Sdr. Loe Sien Tjie tentang berdirinya cabang jemaat Tegal. Berlanjut dng kehadiran guru Injil Siem Tjien Ling (J.S. Probo­sukmono) pada tanggal 1 Januari 1945. Selang enam bulan setelah kehadiran guru Injil Siem Tjien Ling, cabang jemaat Tegal menjadi Tiong Hoa Kie Tok Kauw Hwee cabang Semarang. Akibat terjadinya perang, maka hubungan jemaat Tegal dng induknya terputus, karena Semarang dikuasai oleh Sekutu sedang Tegal dikuasai oleh Republik Indonesia, sehingga untuk sementara diserahkan kepada THKTKH Purwokerto pada tahun 1945-1948.

Seiring perjalanan waktu jemaat berkembang dng baik shg membangkitkan hasrat untuk menjadi jemaat dewasa. Setelah menempuh proses yg diatur oleh THKTKH-KH Djawa Tengah, mk pd tgl 12 Agustus 1952 dilakukan kebaktian `Peresmian Djemaat THKTKH Tegal Berdiri Sendiri’ yg sama artinya dng pendewasaan jemaat Tegal dng nama `Tiong Hoa Kie Tok Kauw Hwee’ Tegal. Jemaat THKTKH Tegal juga memperhatikan masalah pendidikan dng membuka Sekolah Rakyat (SD) pada tanggal 1 Agustus 1955 yg kemudian dikenal dng nama `SD Putra Wacana’.

Yg akan menemani kita dlm SG-GKI hari Sabtu, 9 Jan 2021 adl Pdt. Priscilla A. Moesio dari GKI Tegal. _*Ngomong-ngomong BTW, kita tahu juga julukan Tegal adl Kota Bahari. Tahukah Anda bhw Bahari ini teryata tdk berhubungan dng laut melainkan akronim dari Bersih, Aman, Hijau, Asri, Rapi dan Indah)*_ Nah kalau urusan kuliner banyak deh yg bisa Anda nikmati: kemronyos, kupat glabed, sega lengko dkk, dan apapun makannya tentu minumnya teh poci. _*(RN)*_

Ini tautannya: https://youtu.be/6-hTrrkmcAA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *