_ngakan nase’ nginom kopi_

_jek sakek, meski pandemi_

*Terjemahan:*

Makan nasi minum kopi

Jangan sampai sakit di masa pandemi

 

Kira² demikianlah logat Madura yg akan Saudara jumpai jika berkunjung ke Jember dan beberapa daerah di pesisir selatan Jawa Timur (budaya Pandhalungan)

 

ciri khas etnis Madura yg ‘terkesan’ kasar namun menyimpan kasih dan perhatian spt puisi di atas.

Di sanalah loyalitas dan persekutuan yg boleh menjadi salah satu kekuatan GKI Jember yang telah berusia 51th (sejak 26 Juli 1969). GKI Jember didewasakan dari GKI Bondowoso, dan dalam perjalanan “mengasuh” GKI Banyuwangi (yg tadinya juga bakal jemaat GKI Bondowoso)

 

Pendeta yg (pernah) melayani di GKI Jember

1. (Alm) Pdt. MAM. Sasabone

2. Pdt. Maria Gamaliel

3. Pdt. Susanto

4. Pdt. Michael Chandra Wijaya _*(pdt ganteng yg akan menemani kita dlm SG-GKI hari Selasa, 5 Jan 2, tp sdh beristri loh)*_

 

Silakan mampir (setelah pandemi) 😁😇 untuk menyaksikan Karnaval kelas dunia (JFC) di setiap bulan Agustus sambil menikmati tape dan edamame (atau juga cerutu yang pasti jaminan mutu

 

_Kacepot guleh mirah,_

_Bedhe lopot, nyo’on saporah_

(Keciput gula merah, jika ada yg keliru dan salah, mohon maaf sebesarnya) 😇🙏🏻

 

_*( Introduksi ini disiapkan oleh Pdt.Michael, krn wǒ bù zhīdào bhs Madura jadi no comment lah, RN)*_

 

Ini tautannya: https://youtu.be/eMz18jcEbP4

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *