Kalau sahabat membaca secara lengkap sejarah GKI Bungur, serasa sedang membaca cersil (cerita silat) karya Ching Yung atau Kho Ping Ho. Kenapa? Karena banyak banget nama-nama yg mirip dng tokoh-tokoh di dunia Kang Ouw spt Ang Tjit Kong, Oey Yok Soe, Thio Sam Hong, Suma Han dsb. Jadi kita short cut aja ya. Ceritanya sesudah THKTKH Jemaat Pinangsia atawa GKI Gloria mandiri pd thn 1952 setelah pisah baik-baik ( _*bukan cerai ya*_) dari GKI Patekoan ( _*msh ingat GKI Patekoan jadi GKI apa?*_). Nah pd thn yg sama ada bbrp anggota THKTKH Pinangsia, yaitu Thio Eng Hoa dan Tjioe Ie Fung, melayani pekabaran Injil kpd orang-orang Tionghoa di daerah Pasar Lama yg sekarang disebut Pasar Senen. ( _*baru tahu khan kalau PasSen dulu namanya PasLam*_). Setelah beberapa bulan pelayanan PI tersebut, akhirnya diputuskan untuk membuka Pos PI Tiong Hoa Kie Tok Kauw Hwee Jemaat Pinangsia, ibadah sejak awalnya memakai bahasa Hokkian. Selama mempersiapkan tempat ibadah sendiri, maka ibadah Minggu meminjam tempat di GKI Gunung Sahari IV. Pengurus Pos PI tersebut ditangani oleh Tjuang Oen Tek, Liem Thung Siu, Tjoa Tiauw Beng dan Ong Sen Yen. Pada akhir tahun 1954, dalam rapat pengurus diputuskan untuk meningkatkan Pos PI ini menjadi jemaat Dewasa, jemaat “Bong Un Tong” nama dlm dialek Hokkian yg artinya “gereja yang menerima anugerah” ( _*beneran menerima anugerah ya, bisa jadi jemaat dewasa lewat rapat pengurus, ngga jelas sih pengurus yg mana yg dimaksud*_). Tanggal 1 Januari 1955 terbentuklah susunan Majelis Jemaat Bungur yang pertama. Tahun 1958 secara resmi Jemaat Kie Tok Kauw Hwee Bungur menjadi anggota Sinode GKI Jabar. Pelayanan di Jemaat Bungur semakin berkembang, dan selain melayani yang berbahasa Tionghoa, juga melayani mereka yang tidak bisa berbahasa Tionghoa, maka pada tanggal 19 Pebruari 1967 Majelis Jemaat memutuskan membuka kebaktian bahasa Indonesia, melengkapi kebaktian bahasa Hokkian dan Mandarin.

Tuhan memimpin perkembangan GKI Bungur, sejak tahun 1954 merintis pelayanan di Jatinegara dan sekarang menjadi GKI Jatinegara. Pada tahun 1994 membuka Pos Kebaktian Pelayanan dan Kesaksian (Pos KPK) di Perumahan Harapan Indah Bekasi, sekarang menjadi GKI Harapan Indah. Pada tahun 2013 merintis pelayanan di Alam Sutera Serpong, dan membangun Pos Jemaat Alam Sutera.

Jemaat yg termasuk bagian dari GKI Klasis Priangan ini menurut BI-GKI 2020 anggotanya tercatat berjumlah 1574 org. Kalau pengalaman saya pribadi, ibu-ibu di Bungur pinter masak. Jadi ketimbang keluyuran, mendingan pesan spy dimasakin oleh ibu-ibu GKI Bungur lewat *Pdt.Suriawan Edhi* yg akan menemani kita dalam SG-GKI hari Rabu 23 Des 2020. ( _*RN*_)

Ini tautannya:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *