_*Hari Kamis, 17 Des 2020 SG-GKI akan dilayani oleh Pdt. Theodorus Willem Noya dari GKI Rungkut Asri. Mari lewat penuturan Pdt. T.W. Noya kita berkenalan sedikit dng GKI Rungkut Asri.*_

Tanggal 23 Mei 1999, GKI Manyar memulai pembentukan Pos PKP untuk wilayah Surabaya Timur, khususnya Rungkut dan Gununganyar, yang berlokasi di Jl. Medokan Ayu MA I blok 0/54, menggunakan rumah dari Keluarga Bapak Alex Istanto dan Ibu Susan Felawati. Setelah 6 tahun berstatus Pos Jemaat, tanggal 15 Mei 2004, status Pos Jemaat Medokan Ayu ditingkatkan menjadi Bakal Jemaat Medokan Ayu. Berselang 2 tahun, Bajem Medokan Ayu memulai pergumulan panjang untuk mempunyai sebuah rumah ibadah baru di Jl. Rungkut Asri Timur 16. Bangunan rumah di Jl. Rungkut Asri Timur 16 ini sebelumnya sudah pernah digunakan sebagai tempat Ibadah untuk pos pelayanan HKBP Manyar. Berkat bantuan dari pemilik rumah sebelumnya, Bapak Junius Lase (alm.), bangunan itu kemudian dibeli dan direnovasi menjadi tempat ibadah untuk GKI Manyar Bajem Medokan Ayu. Tanggal 29 Juni 2008, Bajem Medokan Ayu secara resmi berganti nama menjadi Bajem Rungkut Asri Timur dalam kebaktian perdananya di tempat baru. Setelah 3 tahun menempati rumah baru, pada tanggal 13 Juni 2011, Bakal Jemaat Rungkut Asri Timur didewasakan menjadi Jemaat GKI Rungkut Asri. Sejak tahun 2012, Jl. Rungkut Asri Timur menjadi bagian dalam proyek pembangunan jalan arteri primer terpanjang di Surabaya, MERR (Middle East Ring Road). Nama jalan pun berubah menjadi Jl. Dr. Ir. H. Soekarno (tanpa Hatta), dan alamat GKI Rungkut Asri menjadi Jl. Dr. Ir. H. Soekarno 16. ( _*padahal kalo nama Jemaat ikut ganti pakai nama jalan yg baru, keren juga ya “GKI Soekarno”*_) Ini menjadikan GKI Rungkut Asri salah 1 dari 2 jemaat GKI di Surabaya yang berlokasi di jalan arteri primer. Saat ini, setelah 9 tahun didewasakan, anggota jemaat GKI Rungkut Asri berjumlah 228 anggota sidi dan 64 anggota baptis. Kebaktian Minggu dilayankan 3 kali saat sebelum pandemi. Setelah kebaktian, anda bisa jalan-jalan ke Wisata Mangrove, atau membeli oleh-oleh khas Surabaya, Spikoe Resep Kuno. ( _*Teks introduksi ini disiapkan oleh Pdt. Theodorus Willem Noya*_)

 

Ini tautannya: https://youtu.be/L7wGKHUFc4o

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *