Kalau ada test dng 10 soal yg dilakukan thd Jemaat-Jemaat GKI, maka ada Jemaat yg nilainya tidak beranjak dari 7, krn salahnya selalu 3, yaitu GKI Salatiga. Salah satu kesalahannya bhw catatan sejarah ttg jemaat ini amat minim. Menurut Pdt.Yefta S.K. yg akan menemani kita dlm SG-GKI, Selasa 15 Des 2020, tanggal yg dijadikan sbg hari jadi GKI Salatiga, 20 Januari 1943, sebenarnya adl tgl penahbisan pendeta pertama GKI Salatiga, Pdt. Tan Ik Hay (Pdt. Iskak Gunawan). Namun sesungguhnya riwayat Jemaat Tionghoa yg kmd menjadi THKTKH Salatiga dan menjelma menjadi GKI Salatiga setidaknya sdh eksis sejak awal thn 1900-an. Thn 1954 Pdt. Tan Ik Hay bersama Pdt. Basoeki Probowinoto mencetuskan berdirinya Perguruan Tinggi Pendidikan Guru Kristen (PTPGK). Terealisasi pada tahun 1956, dng berdirinya Yayasan Pendidikan Guru Kristen Indonesia (YPTPGKI). PTPGKI inilah yang merupakan cikal bakal Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga. Pada masa pelayanan Pdt. Go Eng Tjoe (melayani thn 1959-1965 ?), jemaat berhasil membeli sebidang tanah di Jl. Jenderal Sudirman 111 ( _*mbuh persise kapan*_). Di atas tanah inilah dibangun gedung gereja yg smp skr digunakan. Selanjutnya perkembangan jumlah anggota bertambah pesat dengan kehadiran para mahasiswa UKSW dan para buruh dari PT. Damatex. Smp skr keunikan Jemaat GKI Salatiga bhw anggotanya beragam etnik, profesi, tingkat pendidikan, dan status sosial. Menjadi semacam ‘Indonesia Mini”. Lewat Yayasan Pendidikan Eben Haezer, GKI Salatiga memiliki 4 sekolah: TK Kristen 03, SD Kristen 03, SD Kristen 04, SMP Kristen 02 ( _*jangan tanya 01 nya ke mana*_). Menurut BI-GKI 2020, anggota jemaat GKI Salatiga adl 2.491 org. Jangan lupa kalau kwe GKI Salatiga minta diantar nyicipi gecok kambing, pecel keong, gudeg koyor dkk. ( _*RN*_)

Ini tautannya: https://youtu.be/oscPSrqudk8

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *