Belum lama kita sempat berkenalan dng GKI PregBun (atawa Gereja Gereja Gereformeerd Surabaya / GGS) yg punya sejarah yg panjang itu. Nah hari ini kita berkenalan dng salah satu anaknya, GKI Manyar. Sekitar tahun 1980-an para pengusaha real estate mulai membangun perumahan baru di daerah Surabaya Timur. Termasuk di daerah Manyar (Konon kata “Manyar” berasal dari perpaduan dua kata dalam bahasa Jawa, “leMAh” ( _*Tanah*_) dan “aNYAR” (Baru) Nah di mana ada perumahan baru di sana ada anggota jemaat GGS ( _*ini hobby bagus sih*_) Majelis Jemaat GGS memutuskan untuk membuka cabang di daerah Manyar dengan ibadah perdana yang dilaksanakan pada tanggal 20 Maret 1983, berlokasi di gedung SMAK Petra 2. Ibadah tersebut dihadiri +/- 40 orang. Dengan semangat yang tinggi, beberapa anggota jemaat mulai memikirkan untuk membeli sebidang tanah untuk dibangun sebuah tempat ibadah. ( _*patut ditiru, begitu ada 40-50 an org segera berusaha beli tanah*_). Perjalanan terus berlangsung sampai tanggal 25 Mei 1985. Dengan berkat Tuhan, maka diperoleh Izin Prinsip/Surat Persetujuan Walikotamadya Kepala Daerah Tingkat II (SPW) yang menjadi bekal penting untuk peletakan batu pertama gedung GKI Manyar pada 6 Oktober 1985. Si “Lemah Anyar” benar-benar menjadi jemaat dewasa yg “Anyar” setelah ia didewasakan pada tanggal 29 September 1989. Statusnya pun berubah dari GGS cabang Manyar ( _*GGS thn 1987 sdh pakai nama GKI PregBun*_), menjadi “GKI Manyar”.
Dalam SG-GKI hari Senin, 7 Desember 2020 ini kita akan ditemani oleh Pdt. Aditya Christo. Dia adalah pendeta jemaat ketiga yang melayani di GKI Manyar setelah ditahbiskan pada 25 September 2017. Rek ayo rek, mlaku-mlaku nang Tunjungan sambil makan rujak cingur khas Suroboyo! ( _*Introduksi disiapkan oleh Pdt. Christo, saya cuma ngedit sedikit plus komentar. RN*_)
Ini tautannya :

Leave a Reply

Your email address will not be published.