Di Surabaya terdapat sejumlah gereja yang telah menjadi ikon kota krn memiliki keunikan arsitektural. Salah satunya yakni GKI Pregolan Bunder. Bangunan gereja ini telah berusia lebih dari 130 tahun ini merupakan bangunan peninggalan kolonial yang tetap kokoh berdiri hingga kini. Bangunan cagar budaya dengan gaya arsitektur Timur Tengah ini masih terjaga keasliannya, meski telah banyak dilakukan renovasi. Sejarah GKI Pregolan Bunder memang panjang:

Gereja Gereformeerd Surabaya (GGS) 11 September 1881 secara resmi dikukuhkan oleh De Christeijke Gereformeerde Kerk

Lalu memperoleh status badan hukum berdasarkan Staatblad 9 April 1893 Nomor: 100. Thn 1896 GGS diterima sebagai anggota dalam lingkungan Gereja-Gereja Gereformeerd di Nederland. Thn 1899 menjadi klasis Oravenhage ( _*hayo mocone piye, Ora opo Ora?*_) berdasarkan ketetapan sidang Generade Sinode di Groningen, Nederland. Thn 1913 GGS masuk dalam klasis Java. Membentuk klasis sendiri yang disebut Klasis Java. Thn 1920 GGS masuk Klasis Batavia (Jakarta) dengan anggota Jakarta, Surabaya, Bandung. November 1960 GGS menggabungkan diri dengan Sinode GKI Jatim (Untuk sementara masih memakai nama GGS dengan status hukumnya sendiri/status otonomi). 11 September 1987 menjadi GKI Pregolan Bunder Surabaya.

Kalau Anda mengikuti SG-GKI, maka nama GKI PregBun sdh bbrp kali disebut berkaitan dng bbrp Jemaat GKI yg sdh diperkenalkan terdahulu. GKI PregBun adl Jemaat Induk yg sdh melahirkan banyak anak ( _ *jadi inget lagu “Bapa Abraham mempunyai banyak sekali anak-anak”*_). Yaitu GKI Manyar, GKI Darmo Satelit, GKI Merisi, GKI Gresik, GKI Royal Residence (bersama dengan GKI Emaus dan GKI Darmo Satelit).

Pdt. Ezra Rinaldi yg akan menemani kita dalam SG-GKI hari Kamis, 3 Des 2020 adl pendeta GKI Pregbun yg s/d akhir thn 2019 jumlah anggotanya: sidi 1747, baptisan 599. ( _*RN*_)

Ini tautannya:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *