Sai Bumi Ruwa Jurai adalah lagu daerah Lampung yg juga menjadi semboyan Provinsi Lampung. Artinya “satu bumi dua macam.” Satu bumi merujuk pada wilayah Provinsi Lampung. Dua macam merujuk pada penduduk asli Provinsi Lampung yakni suku Lampung yang terdiri dua kelompok masyarakat adat yakni Saibatin (pesisir) dan Pepadun (pedalaman dan dataran tinggi). Katanya sih, semboyan ini juga utk menunjukkan semangat persatuan antara penduduk asli dan penduduk pendatang. Nah cerita kita bermula dari persekutuan rumah tangga yg dilakukan oleh bbrp keluarga Kristen keturunan Tionghoa di sebuah komplek perumahan di tempat yang bernama “Sumur Bandung”, Metro. Persekutuan ini diperkirakan dimulai thn 1943. Persekutuan yg dimotori para ibu rumah tangga ini berkembang pesat (tuh kan ibu-ibu lagi yg berkarya). Beberapa tahun kemudian, mereka membeli sebidang tanah di Jl. Jend. Sudirman, lokasi gereja GKI Metro saat ini berada. Pembangunan gedung gereja dimulai sekitar thn 1948. Semula persekutuan itu dilayani oleh para pendeta GKJ yg skr menjadi GKSBS (Gereja Kristen Sumatera Bagian Selatan). Namun kmd memilih untuk bergabung ke dalam Tiong Hoa Kie Tok Kauw Hwee (THKTKH) Jawa Barat. Persekutuan ini dilembagakan menjadi Jemaat GKI Metro pd tgl 8 Desember 1958. Inilah jemaat GKI pertama di tanah Sai bumi ruwa Jurai – Lampung. “Anak” GKI Metro adl GKI Tanggamus yg sdh kita kenal bbrp hari lalu. Berdasarkan info dr sumber yg dpt dipercaya, GKI Bandar Lampung (dulu Tanjung Karang) juga adl Bajemnya GKI Metro. Saat ini GKI Metro memiliki 3 (tiga) Pos Pelayanan. *Yang pasti bukan “anak” GKI Metro adl “Metro TV”*. Kalau Anda mampir ke kota Metro jangan lupa nyicipin: seruit, tempoyak, pindang khas Lampung dkk. Yg akan menemani kita dalam SG-GKI hari Sabtu, 28 Nov 2020 adl salah satu pendeta yg namanya suka dinyanyikan, yaitu Pdt.Theo Paulus *Situmorang* dari GKI Metro. (RN)

Ini tautannya:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *