Kalau Tuhan bekerja maka ada sejuta satu cara org bisa berjumpa dng kasih-Nya. Tahun ’40-an ada seorg perempuan asal Wonogiri, bernama Ny. Kho Hok Sioe, dirawat di RS Mangkubumen, Solo. Sdri. Sie King Nio, seorang siswi sekolah Zending Kristen di Solo, menemani beliau. Sdri. King Nio menceritakan Injil Tuhan Yesus Kristus kpd Ny.Kho. Bulan Okt 1942 sdri. Sie King Nio ditemani sdri. Tan Bie Djie, mengunjungi Ny. Kho Hok Sioe di rumahnya di Wonogiri. Dlm percakapan itu terungkaplah kerinduan utk mengadakan persekutuan bg orang-orang Tionghoa di Wonogiri dan Ny. Kho Hok Sioe menyediakan rumahnya. Minggu depannya persekutuan itu sdh mulai dilakukan dan berlanjut setiap minggu dihadiri kaum perempuan ( *kaum perempuan memang hebat, peranannya dlm keberadaan gereja tdk terbantahkan, bravo*) . Sdr. Yap Kiat Hong, satu-satunya pria Tionghoa Kristen di Wonogiri saat itu meminta, agar Sdri. Sie King Nio menghubungi KTKH (Kie Tok Kauw Hwee) Sangkrah Solo untuk mengutus tenaga pria, karena beliau pun bersedia mengumpulkan para pria Tionghoa yg ada di sana. Tgl 25 Februari 1943 dng meminjam tempat di GKJ Sanggrahan, diselenggarakn kumpulan pertama dng dihadiri oleh 24 orang wanita dan 8 orang pria, dilayani oleh Pdt. Kwee Tiang Hoe. Tgl 6 Februari 1944, Pdt. Kwee Tiang Hoe melayani sakramen baptis untuk 6 orang dewasa dan 4 orang anak, termasuk Ny. Kho Hok Sioe sekeluarga.

Begitulah awal kisah hadirnya GKI Wonogiri yg didewasakan pd tgl 12 Agustus 1964 sekaligus peresmian gedung gerejanya yang baru di Jl. Kajen 14 Wonogiri. ( *Kalau mau tahu kisah lengkap yg cukup seru sila mampir di situs www.gkiswjateng.org*). Ngomong2 btw, GKI Wonogiri sdh memiliki 1 Bajem (Ngadirojo) dan 1 Pos Kebaktian (Kerjo Kidul). Anda tentu bisa mencicipi makanan khas Wonogiri: nasi tiwul, cabuk wijen, pindang kambing dkk. Silakan minta diantar Pdt.Markus Firmanto Aji yg akan menemani kita dlm SG-GKI, Jumat, 27 Nov 2020. (RN)

Ini tautannya:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *