Nama GKI Residen Sudirman sah menjadi nama sebuah Jemaat di GKI Jatim ketika pd tgl 3 April 1974 ditandatangani Akta Peresmian Pengembangbiakan I Gereja Setempat G.K.I Jatim Surabaya Menjadi 5 Gereja Setempat G.K.I. Jatim Di Surabaya, persisnya saat itu tertulis sebagai G.K.I. Jatim Jalan Residen Sudirman 16 Surabaya. (Semula saya pikir istilah “pengembangbiakan” itu typo, tp ternyata memang itu istilah yg dipakai dalam dokumen resmi, mumpung sedang amandemen Talak GKI apa mau dihidupkan lagi istilah “pengembangbiakan”)

Tapi kawasan Residen Sudirman memainkan peran penting dalam kancah sejarah awal GKI Jatim. Ds. HAC Hildering tahun 1932 ditugasi mengembangkan gereja Kristen Tionghoa di Jawa Timur sampai tahun 1952. Pelayanannya terfokus di kawasan Jl. Residen Sudirman, Tambaksari.

Lebih awal lagi sekitar tahun 1929, Liem Soei Tioe sekeluarga yang berasal dari Mojokerto biasa mengadakan “koempoelan roemah tangga” atau “bidstond” di Gang Bogen, Tambaksari. Boleh dikataken inilah yang menjadi cikal bakal Gereja Kristen Indonesia (GKI) Jawa Timur.

GKI Residen Sudirman biasa disebut dng nama singkat GKI *Ressud ( *s* nya hrs double ya, sebab kalo cuma satu terpaksa milih Reiden Sudirman_ atau Residen Udirman).

Menoeroet sahiboel hikayat Kebaktian Minggu perdana di Jl Residen Sudirman 16 diselenggarakan pd tgl 6 Juli 1958, nah tgl inilah yang smp skr dirayakan sebagai hari ulang tahun GKI Ressud. Saat ini tercatat jumlah anggota sidi dan baptis anak , lebih dari 3000 jiwa. Jumlah pendeta ada 5 orang, 1 calon pendeta dan 5 orang TPG. Yg akan menemani kita dlm SG-GKI adl Pdt.Sri Agus Patnaningsih yg panggilan akrabnya Naning. Nah kalau urusan kulineran seputar Tambaksari nanti tanya aja pd Pdt.Naning ya, soalnya udah panjang nih. (RN)

Ini tautannya:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *