GKI Rengasdengklok bermula dari persekutuan yg dirintis oleh abah Jasin Elia sejak 1943. Persekutuan tersebut menjadi bagian dari Gereja Kristen Pasundan (GKP) Karawang pada tahun 1949 dan didewasakan menjadi GKP Jemaat Rengasdengklok tahun 1950. Pada tahun 1955 krn masalah kebutuhan adanya pendeta, GKP Rengasdengklok memisahkan diri dari Sinode GKP dan menjadi gereja independen dng nama Gereja Kristen Protestan Rengasdengklok. Dalam keberadaan sbg Gereja Kristen Protestan Rengasdengklok, tgl 17 Juli 1955 ditahbiskanlah pendeta pertama atas diri bpk Jasin Elia yg saat itu msh berstatus pegawai negeri. GK Protestan Rengasdengklok bahkan sempat terdaftar sebagai Sinode Gereja Kristen Protestan di Departemen Agama RI. (fakta yg menarik bhw pernah ada sebuah Sinode hanya dng satu gereja anggota) Belasan tahun dng berbagai dinamika internal GK Protestan Rengasdengklok bertahan dalam kesendiriannya. Dng hadirnya pendeta dari generasi yg lebih muda (Pdt.Sudarsono Diharjo ditahbiskan thn 1968), kerinduan utk bergabung dng Sinode lain menguat. Seiring itu di awal dekade 70-an cukup banyak aktifis dari kalangan kaum muda yg sempat mengenyam pendidikan di kota besar yg kembali ke Rengasdengklok. Mrk menjadi motor yg makin menggerakkan derap utk bergabung dng Sinode lain. Singkat cerita tahun 1973, para pemuda GK Protestan Rengasdengklok melakukan komunikasi dengan GKI Jabar untuk membahas bergabungnya GK Protestan Rengasdengklok dengan GKI Jabar. Berlanjut dng visitasi Pdt.Chris Hartono yg saat itu menjabat Sekum Sinode GKI Jabar, bermuara pd Persidangan Majelis Sinode GKI Jabar ke 29 thn 1973 yg memutuskan persetujuan atas permohonan menggabungkan diri yg diajukan GK Protestan Rengasdengklok. Dan berpuncak pada peresmian sebagai Jemaat ke-39 GKI Jabar pada tanggal 26 September 1974, dalam kebaktian yg dipimpin oleh Pdt. Clement Suleeman. Lahirlah GKI Rengasdengklok.

Yg akan menemani kita dlm SG-GKI Rabu 25 Nov adl pendeta yg melayani Jemaat GKI Rengasdengklok yaitu Pdt.Sosam Enidampra Zebua (daya baru ngeh kalau nama tengahnya ada Eni nya, besok-besok saya panggil pendeta Eni ah) Yg sy ingat dari Rengas, selain peristiwa penculikan Soekarno-Hatta adl sorabi dan telor asinnya.

Ini tautannya:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *